Bupati sebut Pertanian Jagung Jeneponto Bisa Melimpah Jika Pengairan Memadai

Iksan Iskandar panen raya nusantara di Binamu

Bupati sebut Pertanian Jagung Jeneponto Bisa Melimpah Jika Pengairan Memadai
Bupati Kabupaten Jeneponto Iskan Iskandar saat panen raya Jagung di Binamu, Rabu (29/9/2021). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menggelar panen raya jangung nusantara varientas NK 212 di Lingkungan Bila-Bilayya, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Rabu (29/9/2021).


Acara panen raya tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara virtual.


Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar menyebut, Kementerian Pertanian berharap kepada daerah berjuluk Butta Turatea ini untuk meningkatkan produksi jagung di masa pandemi. 


"Secara umum bahwa kita diharapkan untuk lebih meningkatkan lagi produksi tanaman jagung dan areal jagung sehingga lebih meningkatkan pendapatan petani jagung ini," ujar Iksan Iskandar kepada KABAR.NEWS di lokasi.


Menurut Iksan, tingkat produktifitas dan luas pertanian jagung di Jeneponto dipengaruhi oleh kondisi alam. Dia menyebutkan, ketika musim rembengan (barat), ada 35 hektar lahan yang bisa ditanami jagung. Sementara, jika musim gaduh (kemarau), hanya 25 hektare dan musim gaduh kedua 5 hektare.


Pria berusia 63 tahun ini berpendapat, andai pemerintah daerah memiliki fasilitas pengairan yang memadai, pihaknya tak tanggung-tanggung akan menanam jagung yang lebih banyak lagi.


"Andaikan ada air yang pasti, misalnya, sumur dan sumber air lainnya pasti kita akan tanam lebih banyak arealnya lagi," ungkapnya.


Untuk panen raya kali ini, pihaknya memanen jagung hasil NK 212 pertiwi dan jenis jagung lainnya. Menurut Iksan, hasil panen dalam satu hektare menghasilkan 7,9 ton jagung. Politikus Partai Golkar ini menambahkan bahwa harga jual jagung saat masih dalam keadaan stabil.


"Hasilnya dalam satu hektare untuk musim gaduh ini 7,9 ton per-hektare, tapi kalau musim barat atau musim rembengan biasanya kita dapat di atas 8 ton per-hektare," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A