Bupati Perintahkan BPKAD Jeneponto Segera Cairkan Insentif Petugas Vaksinasi

Iksan Iskandar prihatin terkait keterlambatan tersebut

Bupati Perintahkan BPKAD Jeneponto Segera Cairkan Insentif Petugas Vaksinasi
Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar. (IST/HMS)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Iksan Iskandar angkat bicara mengenai insentif petugas vaksinator Covid-19 yang belum dibayar selama 7 bulan.


Politikus partai Golkar ini mengaku kaget setelah mendengar hal itu. Menurut dia, tenaga kesahatan menjadi salah satu prioritas dalam mengsukseskan progaram vaksinasi tersebut.


"Belum dibayar kah?" ujar Iksan Iskandar mempertanyakan, saat ditemui di KABAR.NEWS kantor Samsat Jeneponto, Selasa (14/9/2021).


Ditanya soal keluhan para petugas vaksinator karena hak mereka hingga kini tak kunjung diberikan. Iksan memerintahkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera mencairkan anggaran tersebut.


"Saya sudah perintahkan pak Sekda, pak kepala dinas untuk segera dibayarkan," kata Iksan. 


Pria yang akrab disapa Karaeng Nindra ini menjelaskan, bisa saja telatnya pembayaran insentif karena persoalan administrasi.


"Jadi mungkin persoalan administrasi kendalanya. Saya sudah suruh bayarkan," ungkapnya.


Pria berusia 63 tahun ini mengaku jika dirinya mendapat tekanan dari pemerintah pusat terkait pembayaran insentif. "Karena saya juga di tekan orang atas dari Jakarta dan provinsi untuk seger dibayarkan," terangnya.


Bupati dua periode ini menambahkan jika dirinya sangat prihatin dengan kerja-kerja para petugas kesehatan. "Sangat prihatin," pungkasnya.


Diketahui, insentif Nakes vaksinasi Covid-19 di Jeneponto sebesar Rp750 ribu untuk setiap bulan. Pemerintah setempat telah menganggaran insentif senilai Rp2 miliar yang bersumber dari APBD Jeneponto


Penulis: Akbar Razak/B