Bupati Jeneponto Pastikan Korban Banjir Ditangani Pemerintah

Iksan sudah menemui korban

Bupati Jeneponto Pastikan Korban Banjir Ditangani Pemerintah
Bupati Jeneponto Iksan Iskandar (kiri) saat menemui korban banjir di Tarowang, Kamis (8/7/2021). (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Banjir dan angin kencang yang melanda Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.


Bupati Jeneponto Iksan Iskandar didampingi Kabag Protpim, Mustaufiq, langsung meninjau korban banjir ke sejumlah lokasi untuk memastikan kondisi korban dan penanganan dampak bencana oleh dinas atau badan terkait berjalan dengan baik. (Baca juga: Tarowang Jeneponto Porak-Poranda akibat Banjir & Angin Kencang, 10 Rumah Lenyap)


Menurut Mustaufiq, bupati meyakinkan para korban bahwa bantuan mulai turun dan akan terus ditambah. Namun, pihaknya hingga saat ini masih menunggu data warga yang terdampak.


"Untuk bantuan, kita masih menunggu data karena pihak Pemerintah Provinsi menunggu data," ujar Mustaufiq kepada KABAR.NEWS, Kamis (8/7/2021).


Lokasi banjir yang didatangi Iksan adalah Dusun Tana Keke, Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang. Untuk memastikan penanganan dan dampak banjir berjalan dengan baik, pihaknya akan melakukan rapat malam ini.


"Insya Allah kita optimalkan. Makanya akan dilakukan rapat malam ini," jelasnya.


Di lokasi bencana, Iksan menemui warga yang masih bertahan di kediaman masing-masing. Sebagian warga lain, memilih menyelamatkan diri dari banjir. "Iya, bapak sempat kunjungi 5 rumah warga yang rusak berat," katanya.


Warga yang tinggal di Dusun Tana Keke, tak kurang dari ratusan rumah. Mereka sudah menjadi korban banjir sejak pukul 03.15 WITA malam dini hari. Sebagian harta benda, warga kini tergenang air. (Baca juga: Tanah Amblas, Mobil di Jeneponto Nyemplung ke Sungai)


Bahkan, sebagian rumah penduduk sempat tergrnang hingga setinggi dada orang dewasa. Bahkan, ada juga rumah warga hanyut terbawa arus banjir.


Meski hujan masih turun, ketinggian air mulai menyusut pada Kamis dini hari. Namun, pemerintah tetap siaga mengantisipasi terjadinya hujan deras yang bisa menyebabkan banjir.


Penulis: Akbar Razak/C