Budi Jawab Tuntas Pertanyaan "Keponakan" Soal Perekonomian Lutim

Rio sepakat dengan jawaban omnya

Budi Jawab Tuntas Pertanyaan "Keponakan" Soal Perekonomian Lutim
Calon Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur Budiman dan Andi Rio. (Screenshot/YouTube Kompas TV/KABAR.NEWS)






KABAR.NEWS, Makassar - Debat perdana dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, berlangsung cukup menarik. Salah satunya saat sesi tanya jawab antara calon wakil bupati.


Pada sesi tersebut, calon wakil bupati dari Irwan Bachri Syam yakni Andi Rio Patiwiri Hatta, diberi kesempatan pertama memberi pertanyaan untuk calon wakil Bupati dari Thorig Husler yaitu Budiman. 


Saat bertanya, Rio menyapa Budiman dengan sebutan paman atau om. Rio meminta pendapat "Om Budi" tentang laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lutim yang hanya 1,17 persen.


"Pak budi ini paman saya. Izinkan saya memanggil om. Om budi, tabe' (permisi, red) bagaimana pendapat ta soal laju pertumbuhan ekonomi lutim yang terpuruk di angka 1,17 persen?" tutur Rio dikutip dari tayangan Live Kompas TV, Selasa (24/11/2020).


Pertanyaan Rio tidak lepas dari jabatan Budiman yang selama tiga tahun terakhir menduduki jabatan Kepala Bappeda Lutim. 


Budiman lantas menjawab pertanyaan keponakannya tersebut secara tuntas, dengan menyinggung soal sektor pertambangan yang mendominasi pertumbuhan ekonomi di Bumi Batara Guru.


"Lutim ini sangat didominasi oleh sektor pertambangan. Sektor pertambangan ini tentu sangat mendominasi laju pertumbuhan ekonomi. Kita tahu bersama bahwa pertambangan itu kewenangan pemerintah pusat, kebijakan global. Tidak bisa diintervensi pemerintah daerah," jawab Budi secara retoris.


Calon wakil bupati nomor urut 1 itu mengklaim bahwa telah terjadi perubahan mendasar pertumbuhan ekonomi dan hal "positif" di Lutim selama lima tahun terakhir Thorig Husler menjadi bupati. 

Dia menyebut dominasi sektor pertambangan mulai berkurang di Lutim dengan adanya distribusi perekonomian dari sektor-sektor lain. Budi mengklaim perekonomian Lutim bisa tumbuh di atas angka 5 persen jika tanpa tambang.


"Kita coba mengurai, setelah diurai, kalau tidak ada tambang pertumbuhan ekonomi Lutim bisa 5,8 persen. Ini tentu hal yang positif," urai Budi.


Mendengar penjelasan dan jawaban Budi, Rio mengaku sependapat dengan pamannya tersebut bahwa sektor pertambangan di Lutim memang masih dominan mengerek perekonomian.


"Saya setuju dengan jawaban om Budi tadi, bahwa pengaruh pertambangan pada sektor perekonomian Lutim sangat tinggi," tandas Rio.