Brimob Polda Sulsel dan Petani Kanreapia Sedekahkan 53 Ton Sayur Selama Pandemi

Aksi kemanusiaan ini menyentuh lokasi bencana hingga panti asuhan

Brimob Polda Sulsel dan Petani Kanreapia Sedekahkan 53 Ton Sayur Selama Pandemi
Personel Brimob Polda Sulsel Ipda Purwanto (kanan) bersama petani Kanreapia, Jamaluddin, siap menyalurkan sedekah sayur menggunakan kendaraan operasional brimob. (Foto: Istimewa)












KABAR.NEWS, Makassar - Sedekah tidak melulu berupa uang tunai atau makanan yang siap santap. Berbagi hasil pertanian berupa sayur, bisa menjadi salah satu pilihan. Apalagi saat pandemi Covid-19 yang rentan memicu kelangkaan pangan.


Sedekah sayur itulah yang dilakukan kelompok petani di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bersama personel brigade mobile (Brimob) Polda Sulsel, petani dari Kanreapia membagi - bagikan sayur secara cuma-cuma kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.


Jumlah sayur yang disedekahkan kepada masyarakat tak main-main. Selama pandemi Covid-19, kelompok tani Kanreapia telah membagikan 53 ton sayur untuk masyarakat di beberapa daerah di Sulsel hingga Sulawesi Barat. 


Ide sedekah sayur datang dari personel Brimob Polda Sulsel sekaligus penemu pupuk hayati cair Bio Teratai, Inspektur Dua (Ipda) Purwanto. Aksi kemanusiaan bersama petani Kanreapia yang diketuai Jamaluddin, dimulai sejak April 2020 atau saat awal pandemi memukul seluruh sektor ekonomi. 


Purwanto mengatakan, gagasan sedekah sayur bermula ketika hasil petani binaannya di Kanreapia, sulit terdistribusi ke pasar akibat pembatasan aktivitas masyarakat. Petani bahkan pasrah membiarkan hasil pertaniannya tinggal begitu saja.


"Daripada dibuang begitu saja, saya ajaklah teman-teman petani Kanreapia bagaimana kalau sayur-sayur itu dibawa ke dapur umum Brimob. Petani di sana merespons dengan positif. Daripada dibuang, kami fasilitasi mobil untuk dibawa. Apalagi dapur umum untuk masyarakat ini memang kekurangan sayur - sayuran juga," ujar Purwanto dalam wawancara via telepon dengan KABAR.NEWS, Jumat (29/10/2021).

Sedekah sayur untuk warga di Kabupaten Gowa. (Foto: Istimewa)


Kolaborasi Sedekah sayur ini pun berlanjut hingga hari ini. Purwanto yang menyiadakan pupuk hayati secara gratis kepada petani sejak 3 tahun terakhir, memutuskan hasil pertanian juga dibawa ke dapur - dapur umum yang menyediakan makanan untuk warga terdampak Covid-19 di Kota Makassar.


Dari Medan Bencana ke Panti Asuhan


Tak hanya di Kota Daeng dan Kabupaten Gowa, sedekah sayur Brimob dan petani Kanreapia juga didistribusikan untuk dapur umum relawan saat Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto dilanda banjir pada Juni 2020.

Ipda Purwanto (kiri) menyalurkan sedekah sayur kepada dapur umum banjir bandang di Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. (Foto: Istimewa)


Aksi kemanusian ini melintasi berbagai daerah di Sulsel, termasuk ketika sejumlah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) diporak-porandakan oleh banjir bandang pada Juli tahun lalu. Purwanto saat itu bersama Petani Kanreapia terjun membawa berton-ton sayur.


"Waktu Sulbar diguncang gempa bumi, mas, saya juga bawa sumbangan petani 1 ton sayur untuk tenda-tenda dapur umum Brimob dan relawan," ujar Purwanto.


Dia menyebut, sedekah sayur ini tak melulu wortel, kentang dan atau sayur sawi. Brimob dan petani Kanreapia bisa membawa banyak jenis sayur tergantung dari musim panen. 


"Kita ngikuti apa yang sedang musim panennya, pas ada kentang ya kentang, bisa sayur sawi, kol (kubis), daun bawang, labu siam, daun seledri, mas," tutur dia.

Personel brimob menurunkan sayur dari sedekah petani Kanreapia di dapur umum saat gempa bumi di Sulawesi Barat. (Foto: Istimewa)


Sejak kasus Covid-19 mulai menurun dan dapur lapangan sudah ditutup, kolaborasi sedekah sayur Brimob Polda Sulsel dan petani Kanreapia mulai menyasar ratusan panti asuhan.


Purwanto mencatat, sudah ada ratusan panti asuhan dan rumah-rumah warga kurang mampu yang mereka datangi untuk sedekah sayur. Lokasinya tersebar pada wilayah aglomerasi Mamminasata yakni Kabupaten Maros, Kota Makassar, Gowa dan Takalar.


Seperti pada Selasa pekan lalu, bersama wanita tani dan petani muda Kanreapia, Purwanto menggunakan kendaraan operasional Brimob Polda Sulsel membawa sedekah sayur untuk lima panti Asuhan di Kota Makassar.


"Daeng Amin, petani Kanreapia sangat senang adanya program berbagi, melalui program berbagi sayur ke panti asuhan sayur labu siamnya bisa dibagikan ke panti asuhan," beber Purwanto.


"Kegiatan sedekah sayur ini sudah tercatat selama pademi Covid-19 ini telah mencapai 53 ton 100 kilogram. Kita sampai sekarang belum berhenti hingga target 100 ton. Bapak Dansat Muhammad Anis sangat mendukung apa yang kita lakukan," tambah Purwanto.

Sedekah sayur oleh Ipda Purwanto bersama Jamaluddin dari petani Kanreapia untuk penghuni panti asuhan di Kota Makassar. (Foto: Istimewa)

Demi Petani dan Bangsa


Kecintaan Purwanto terhadap dunia pertanian memang ditekuni sejak beberapa tahun terakhir. Pasca menemukan pupuk organik Bio Teratai, polisi berpangkat satu balok itu sudah sering hadir di tengah-tengah petani untuk memberi edukasi bagaimana cara menanam hingga mengolah hasil pertanian yang baik dan benar.


Tak jarang Purwanto diundang sebagai pembicara pertanian pada forum-forum ilmiah tingkat daerah hingga level nasional atau sekelas kementerian.


Temuan pupuk Bio Teratai yang ramah lingkungan itu telah dikembangkan secara akademik melalui laboratorium Universitas Hasanuddin dan Universitas Gadjah Mada. 


Purwanto menegaskan apa yang dilakukannya semata-semata sebagai bentuk pengabdian Korps Brimob terhadap petani. 


"Ini semata-mata pengabdian Korps Brimob terhadap petani. Murni untuk membantu petani agar tanamannya tetap subur, tanpa mengejar keuntungan seperspun. Alhamdulillah petani menyambut sangat positif," katanya.


Saat ditugaskan ke Papua untuk pengamanan pada 2019, Purwanto kerap kali turun menyuluh "pace-mace" menggunakan pupuk hayati cair Bio Teratai. Bahkan ia mengaku diminta petani dan pejabat Papua untuk menetap di sana.


"Waktu di sana diminta tinggal pindah instansi, wah saya bilang tidak bisa pak. Saya di sini (Papua, red) untuk tugas negara," kelakar Purwanto. 


Kini, pupuk Bio Teratai yang diolah sampah organik telah dikembangkan Purwanto secara mandiri dan swadaya di Markas Brimob Polda Sulsel, Pabaeng - Baeng, Makassar. Inovasi Purwanto juga sudah menyentuh pasar internasional.

Ipda Purwanto (kiri) bersama Ketua Kelompok Tani Kanreapia Jamaluddin, memperlihatkan satu botol pupuk cair Bio Teratai. (Foto: Istimewa)


Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis mengapresiasi aksi kemanusiaan Ipda Purwanto. Dia menegaskan mendukung penuh apa yang dilakukan personelnya tersebut tanpa mengabaikan tugas utama sebagai abdi negara.


"Alhamdulillah personel kita ini melakukan hal positif, kegiatan sedekah sayur ini dilakukan tiap bulan untuk panti asuhan ataupun pada dapur lapangan TNI - Polri dan umum, daerah yangg terdampak musibah dengan berkolaborasi bersama para petani, komunitas dan lainnya," tandas Anis.