BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Produksi Inggris

BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Botol Vaksin Covid-19 AstraZeneca produksi Inggris. (Foto: AstraZeneca)






KABAR.NEWS, Jakarta - Vaksin Covid-19 merek AstraZeneca asal Inggris, akhirnya mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Izin tersebut diterbitkan BPOM pada Selasa (9/3/2021) hari ini, usai merampungkan hasil emergency use listing atau daftar penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait vaksin AstraZeneca.


Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan, rekomendasi WHO menyatakan vaksin AstraZeneca yang diproduksi bersama Universitas Oxford Inggris, memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran mencapai 62,1 persen untuk menangkal Covid-19. (Baca juga: Satu Suntikan Vaksin Johnson & Johnson Disebut Efektif Cegah Corona)


"Maka BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan masa darurat atau EUA pada tanggal 22 Februari 2021 yang lalu dengan nomor EUA 2158100143A1," kata Penny dalam konferensi pers daring yang disadur dari CNN Indonesia.


Dalam hal ini, data yang digunakan dalam mendukung terbitnya izin darurat ini adalah data keamanan subjek uji klinis yang diamati setelah dua kali penyuntikan.


Data tersebut antara lain mengenai imunogenisitas atau kemampuan vaksin membentuk antibodi dan data efikasi vaksin atau kemampuan vaksin melindungi orang yang terpapar virus menjadi tidak sakit.


Penny sekaligus menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan izin darurat ini telah mengikuti pakem yang sebelumnya telah ditetapkan oleh WHO, Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA), hingga Agensi Obat Eropa (EMA).


"BPOM juga telah melakukan proses evaluasi keamanan AstraZeneca bersma Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI, dan berbagai klinisi terkait dalam satu tim evaluasi vaksin," kata dia. (Baca juga: Rusia Siapkan Vaksin Ketiga Bernama CoviVac Berbahan Virus)


Dengan izin darurat untuk AstraZeneca, maka terhitung sejauh ini BPOM telah memberikan persetujuan EUA kepada tiga vaksin, yakni vaksin jadi asal Perusahaan China, Sinovac pada 11 Januari. Disusul vaksin Sinovac mentah yang kemudian diproduksi PT Bio Farma dan dinamai Vaksin Covid-19 pada 16 Februari, dan pada hari ini EUA vaksin AstraZeneca.