Skip to main content

Bocah SD di Makassar Dipaksa Ngemis, Ibunya Ditahan Polisi

Ngemis
Pelaku (ibu korban) saat diperiksa penyidik di Mapolsek Panakkukang. (Kabar.news/Reza)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Seorang ibu rumah tangga bernama Saminah (36 tahun), terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran melakukan penganiayaan terhadap anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 3, berinisial ZR.


Aksi kekerasan itu terekam video kamera amtir di area salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar, lalu viral di media sosial (medsos). Aparat Polse Panakkukang kemudian bergerak cepat, dan mengamankan Saminah, saat berada di rumahnya di Jalan Adiyaksa, Senin (2/12/2019) malam.


Kepala Polsek Panakkukang, Kompol Jamal Fatur Rakhman, membenarkan jika pihaknya mengamankan Saminah usai melakukan aksi kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri. 


Kompol Jamal menjelaskan, selain menganiaya, Saminah juka memaksa anaknya mengemis untuk kebutuhan ekonomi keluarganya.


"Kita telah mengamankan seorang ibu (pelaku) yang melakukan kekerasan terhadap anak yang viral vidoenya di medsos, jadi sampe sekarang kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap ibu ini apakah ada ekspoloitasi terhadap anak tersebut. Dugaan awal memang ada karena maraknya anak-anak di daerah tersebut yang disuruh mengemis di salah satu Mall di Panakkukang," jelasnya, saat ditemui di Mapolsek Panakkukang, Selasa (3/12/2019).


Lebih jauh Jamal mengungkapkan, dari pengakuan sang anak yang menjadi korban, dia sudah disuruh mengemis oleh ibunya sejak masih kelas satu SD.


"Anaknya ini masih sekolah SD kelas tiga. Dia disuruh mengemis selama kurang lebih 2 tahun," bebernya.


Terpisah, TRC P2TP2A Makassar, Makmur Payabo, saat ditemui di Mapolsek Panakkukang mengatakan, melihat dari kondisi anak tersebut memang sudah lama dipaksa mengemis.


Serta dari informasi yang dihimpun pihaknya, pelaku ini mempunyai lima orang anak dan semuanya disuruh mengemis serta harus mendapatkan hasil maksimal sebesar Rp50 ribu.


"Anaknya tidak mau pulang karna masih takut, yang kedua adalah kelihatan dari wajah dan tubuhnya sudah lama dieksploitasi oleh orang tuanya, dia juga sering dipaksa cari uang, dipukul dan dimarahi kalau tidak pergi cari uang. Perharinya anak itu harus dapat Rp50 ribu, sudah ada uang jajan dia dapat dari situ dan sebagian distor ke ibunya untuk bayar arisan," ungkapnya.


Akibat perbuatannya, Suminah diancam dengan pasal 88 jo 76 UUD No 35 tahun 2014 terhadap perubahan UUD No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan UUD kekerasan dalam lingkup rumah tangga pasal 45 ayat 1 UUD No 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), ancaman maksimal 10 tahun dan minimal 3 tahun penjara.



Reza Rivaldy/A


 

 

loading...