Skip to main content

Bicara Netralitas ASN, Nursyam Halid: Biarkan ASN Memilih dengan Nurani

nursyam halid
Andi Nursyam Halid. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Golkar dari Dapil Sulsel 2, Andi Nursyam Halid berharap para kompetitornya tidak melibatkan Aparatur Sipil Negara atau ASN untuk diarahkan mendukung dan atau memenangkan caleg tertentu.


Baca juga: Nursyam Halid, Ingin Berdayakan Petani dan Optimalkan Lembaga Riset Pemuda

Nursyam Halid menilai, menarik ASN dalam politik praktis adalah melabrak etika dalam berpolitik dan memberikan pendidikan politik yang tidak baik kepada masyarakat. Meski sejauh ini dia belum menerima laporan sikap tidak netral ASN di Dapil Sulsel 2.


"Saya belum mendengar hal ini dilakukan tapi kalau ini terjadi, ini tidak baik bagi perpolitikan kita. Biarkan ASN menentukan pilihannya dengan hati nurani dan tak perlu untuk diarahkan," kata Nursyam Halid, kepada KABAR.NEWS via telepone, kemarin.


Nursyam Halid meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan pengawasan intensif untuk mencegah keterlibatan ASN memenangkan caleg tertentu. Khususnya di Dapil Sulsel 2, yang menurut Nursyam, ada sejumlah caleg kerabat dekat dan istri Kepala Daerah.

 

"Khusus untuk dapil Sulsel 2, memang banyak istri bupati yang maju dan kami meminta supaya Bawaslu melakukan pengawasan terhadap  hal ini, jangan sampai ada yang melakukan tekanan terhadap ASN dan mengarahkan untuk memenangkan caleg tertentu," beber politisi berlatar pengusaha ini.


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Andi Nursyam Halid (@andinursyamhalid) on


Meski pelibatan ASN rentan dilakukan untuk memobilisasi dukungan, namun Caleg muda Partai Golkar itu tak membentuk tim khusus untuk mengawasi para ASN. 


Baca juga: Tiba di Bawaslu Sulsel, Camat Panakkukang: Kita Diundang untuk Klarifikasi

Sebab kata dia, ada Bawaslu yang bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan. "Saya kira bawaslu akan melakukan tugas dan tanggang jawabnya sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang," tegas putra kelahiran Kabupaten Bone ini.


"Saya yakin masyarakat sekarang sudah cerdas, apalagi ASN, pasti mereka tak akan mau diarahkan jika tidak sesuai dengan pilihan mereka yang dianggap layak untuk duduk di legislatif," tandas Nursyam Halid.
 

 

loading...