Skip to main content

Bicara Kasus UAS, Quraish Shihab Sarankan Duduk Bersama Saling Memaafkan

Kasus UAS, Quraish Shihab Sarankan Duduk Bersama Saling Memaafkan
Cendekiawan Quraish Shihab (tengah) berjabat tangan dengan Paus Fransiskus di Al Azhar Mesir beberapa waktu yang lalu. (Instagram/quraish.shihab)

KABAR.NEWS, Jakarta - Pendiri Pusat Studi Alquran Prof. Quraish Shihab, berharap, Ustaz Abdul Somad (UAS) dan para pelapornya dalam perkara dugaan penistaan agama, dapat duduk bersama menyelesaikan perselisihan tersebut.

 

Quraish Shihab merasa yakin, umat muslim dan penganut agama Kristiani bisa duduk bersama menyelesaikan polemik ceramah UAS dan saling meminta maaf.

 

"Saya yakin bahwa muslim atau agama apapun selalu bisa bertemu. Jadi duduklah bersama, bertemu saling maaf memaafkan, saling meminta maaf," ujar Quraish Shihab, di Hotel Sahid Jaya, Jalan Jendral Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

 

Mantan Menteri Agama itu berpendapat, dugaan penistaan agama yang dilakukan UAS dalam ceramahanya, semestinya tidak dilaporkan ke polisi.


"Lebih baik duduk bersama, dengan bijaksana. Itu pertemuan antar pihak-pihak yang berselisih itu hindari dahulu deh kepolisian," ujar Ahli Tafsir Alquran ini, dikutip dari Detik.


Quraish melanjutkan, dirinya tak ingin menanggapi pihak-pihak yang membandingkan kasus UAS dengan perkara yang pernah menimpa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut dia, kasus keduanya tak perlu dikaitkan.

 

"Mau dibandingkan tidak semua dapat dibandingkan. Ada faktor-faktor yang tidak menyertainya di sini, menyertainya di sana. Biarlah yang sudah-sudah ya sudahlah. Ahok sudah legowo. Iya kan," katanya.

 

Dia berharap tak ada kasus serupa yang bisa menyinggung agama. 

 

"Jangan sampai terulang hal yang sama. Ucapan itu terserah dari masing-masing. Dari saya saya anggap berlebihan," tandas Quraish Shihab.

 

loading...