Skip to main content

Berteduh di Gubuk Sawah saat Hujan, Satu Keluarga Tersambar Petir

disambar petir
Korban mennggal di rumah duka di Dusun Bontoramba, Desa Bontomate’ne Kecamatan Mandai, Maros.

KABAR.NEWS, Maros - Nasib nahas menimpa satu keluarga di Dusun Bontoramba, Desa Bontomate’ne Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan. Betapa tidak, salah seorang  anggota keluarganya yakni Muh.

Subhan Daeng Ngitung alias Aco Bin Mansyur Daeng Sikki (41) terpaksa meregang nyawa sesaat setelah terkena sambaran petir saat hujan mengguyur diarea persawahan, Rabu (5/12/2018).

Insiden ini bermula saat satu anggota keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua anaknya ini, tengah berada di persawahan untuk menanam padi. Saat hujan disertai kilatan petir hebat datang melanda, mereka memilih berteduh disebuah gubuk sawah. Namun nahas, sambaran petir juga mengenai gubuk tersebut hingga salah seorang diantaranya yakni ayahnya meninggal dunia.

“Ini hari hujan deras disertai angin kemudian guntur, ini keluarga almarhum (daeng ngitung) sedang membajak sawah dengan keluarganya. Saat hujan deras dan kilat mereka berteduh di rumah persawahan. Kemudian datang guntur dan almarhum ini tersungkur kedepan, dan anaknya terlempar kebelakang. Mereka ada empat orang, anaknya dua orang dan istrinya kemudian almarhum,"terang AKP Asga Kapolsek mandai.

Kini almarhum tengah disemayamkan di rumah duka, dengan kondisi luka bakar pada bagian bahu dan telinga sebelah kiri, setelah sebelumnya dievakuasi oleh warga yang berada disekitar area persawahan saat kejadian berlangsung.

kk

“Kejadianya sekitar jam 15.20 wita sore tadi, kejadianya di persawahan di Dusun Borongloe Desa Bonto Mate’ne, almarhum mengalami luka di bahu kemudian telinga sebelah kiri,"Paparnya.

Meski tiga anggota keluarganya berhasil selamat dalam tragedi itu, namun almarhum yang saat itu ditemukan tersungkur oleh istrinya sesaat setelah kejadian tidak dapat tertolong lagi.

“Istri korban bangkit dan berusaha mengangkat korban dan saat itu masih hidup namun tidak lama kemudian korban meninggal dunia di TKP, selanjutnya korban dievakuasi oleh warga sekitar ke rumah duka,”bebernya.

Semetara itu salah seorang anak korban almarhum yang berhasil selamat, yakni Rifki Anggara mengalami luka ringan pada bagian tangan sebelah kiri, meski begitu iya mengaku jika tidak sempat melihat adanya kilatan petir saat kejadian berlangsung.

“Waktu itu saya duduk-duduk di rumah-rumah sama bapak dan mama, waktu ada petir nda saya liat karena dari belakang. Tidak tau kenapa bisa kena luka,”pungkasnya.

  • Asiz

 

loading...