Bertamu ke Kedatuan Luwu, Ganjar Pranowo Diingatkan Janji Soekarno

* Disambut prosesi adat

Bertamu ke Kedatuan Luwu, Ganjar Pranowo Diingatkan Janji Soekarno
Capres Ganjar Pranowo berfoto bersama anak - anak penari di sela kunjungannya ke Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Sulsel, Sabtu (24/11/2023). (IST/HO)

KABAR.NEWS, Palopo - Kedatuan Luwu mengingatkan kepada calon presiden Ganjar Pranowo, tentang janji mantan Presiden Soekarno kepada Datu Luwu, Andi Djemma, pasca mengakui Kemerdekaan Indonesia.


Hal itu disampaikan Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja saat menjamu Ganjar Pranowo di Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/11/2023).


"Ir. Soekarno berjanji untuk memberikan Tana Luwu ini sebagai daerah istimewa seperti Aceh. Kami berharap Pak Ganjar bisa merealisasikan hal tersebut," pinta Andi Syaifuddin Kaddiraja dalam keterangan tertulis.


Andi Syaifuddin mengungkapkan, beberapa tahun sebelumnya, Kedatuan Luwu juga telah dikunjungi oleh Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. 


Saat itu, Megawati mendapat gelar kehormatan dari Kedatuan Luwu yakni Daengna Pallawarupa. Kunjungan Megawati ke Palopo saat itu tercatat pada tahun 2008.


"Di tempat ini, Megawati Soekarno Putri diberi gelar We Tenri Tappu' Rumpa' Lipue yang berarti pelopor kebangkitan negeri," beber Andi Syaifuddin Kaddiraja.


Pemberian gelar kepada Megawati katanya, saat Ketua DPP PDIP tersebut berkunjung di Kedatuan Luwu ketika masih menjabat sebagai Presiden RI.


"Semoga kedatangan Pak Ganjar di Tana Luwu ini bukan yang pertama dan terakhir kalinya," harap Kedatuan Luwu. 


Disambut dengan Prosesi Adat


Sebelum memasuki istana pada Sabtu petang tadi, Ganjar Pranowo harus melalui prosesi adat. Eks Gubernur Jawa Tengah itu dituntun mengelilingi lingkungan Istana Kedatuan Luwu sebanyak satu kali.


Setelahnya, Ganjar disambut dengan Ripaduppai Lellung atau dipayungi dengan tenda bertiang enam yang dibawa enam gadis. 


Setelah memasuki lingkungan istana, Ganjar disuguhi tarian penyambutan atau tari Padduppa, kemudian mengikuti tradisi Riwata Lawolo atau berjalan dituntun pemimpin ritual dan dikawal pasukan istana


Dari pantauan di lokasi, Ganjar hadir di Istana Kedatuan Luwu didampingi sejumlah pengurus partai pengusung di Kota Palopo.