Skip to main content

Berpotensi Penyimpangan Transaksi Keuangan, PPATK Pantau Dana Kampanye Parpol

PPATK
Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin.(detikcom)


KABAR.NEWS, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan terlibat pemantauan transaksi keuangan di masing-masing partai politik (parpol) saat Pemilu 2019.


Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin mengaku jika nanti ada penyimpangan penggunaan dana kampanye, pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 


Baca Juga: 


"Saya belum tahu persis dari angka-angkanya. Tetap kami lakukan kalau ada pelanggaran," ujarnya dikutip dari detikcom, Rabu (13/12/2018).


Kaigus tak memungkiri adanya potensi transaksi keuangan yang menyimpang dalam terkait pemilu 2019. Namun dia berharap hal itu tidak terjadi sehingga pemilu berjalan baik.


"Potensinya ada tapi kami harap berjalan dengan baik, karena pemilu adalah proses rekrutmen baik eksekutif, kapala daerah, presiden dan wakil presiden maupun bapak-bapak kita di legislatif," ujarnya.


"Rekrutmen para pimpinan ini harus dilakukan dengan bersih dan baik. itulah tujuan kami untuk memantau itu, tetapi tentu tidak mengurangi suasa antisias dan rasa gembira melaksanakan pemilu itu sendiri," ucapnya.


Seperti diketahui, 16 partai politik peserta pemilu telah melaporkan dana awal kampanye ke KPU. Parpol dengan dana awal kampanye paling besar adalah PDIP dengan jumlah Rp 105 miliar. Dana itu disebut baru berasal dari caleg yang berjumlah 569 orang dan dari DPP PDIP.


Selain parpol peserta Pemilu 2019, para pasangan capres-cawapres juga melaporkan dana awal kampanye. Jokowi-Ma'ruf memiliki dana awal kampanye Rp 11,5 miliar, dan Prabowo-Sandi memiliki dana awal kampanye Rp 2 miliar.
 

 

loading...