Berkat Pemkab Sinjai, Ponpes Puce'e Panen Budidaya Ikan Lele

Bantuan ini difasilitasi Pemkab Sinjai

Berkat Pemkab Sinjai, Ponpes Puce'e Panen Budidaya Ikan Lele
Kolam bibit ikan yang terletak di kompleks Ponpes Darul Istiqamah Puce'e. (Ist/ Humas Kominfo)






KABAR.NEWS, Sinjai - Bupati Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Andi Seto Gadhista Asapa mengapresiasi Pondok Pesantren Darul Istiqamah Puce'e yang telah menikmati hasil dari budidaya ikan lele secara bioflok.


Bantuan Bioflok ini  berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang difasilitasi oleh Pemkab Sinjai pada tahun 2020 lalu. 


"Bantuan ini hanya didapatkan oleh 4 pesantren di Sinjai dengan harapan dapat dikelola dan dikembangkan secara mandiri oleh warga pesantren sehingga tingkat perekeonomiannya bisa berkembang," ungkap Seto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/4/2021).


Selain itu, Seto juga meminta budidaya ini agar dijaga dengan baik dengan harapan Pesantren ke depan bisa hidup mandiri. Bahkan, optimis dengan adanya budidaya ini dapat menjadikan sebagai pondok pesantren modern.


"Kami dari pemerintah akan terus memberikan perhatian bagaimana supaya pengembangan ikan nila maupun ikan lele ini dapat berjalan dengan baik, termasuk dari segi pemasaran," ujarnya.


Lebih lanjut Bupati Sinjai mengatakan, bahwa akan terus memberikan perhatian kepada pondok pesantren, seperti halnya bantuan dana hibah dan program tahfidz yang saat ini telah berjalan. 


Selain itu, Bupati Sinjai juga akan memberikan perhatian soal pemasaran dari hasil budidaya tersebut yang saat ini menjadi kendala pihak pondok pesantren. 


Sementara itu, Pembina Pondok Pesantren  Darul Istiqamah Puce'e,  Rahmatullah menyapaikan terima kasih kepada Pemkab Sinjai yang telah memberikan perhatian khususnya di sektor perikanan melalui budidaya ikan lele. 


"Insya Allah apa yang menjadi amanah dari Pemda Sinjai akan kami manfaatkan dengan baik, agar dapat dinikmati oleh penghuni pondok," ujarnya.


Menurut Rahmatullah, kolam ini dikelola oleh para santri secara mandiri dan dominan hasilnya juga dikonsumsi oleh para santri itu sendiri sebagai lauk dari makanan sehari-hari. 


"Selama ini masih dominan untuk konsumsi para santri karena konsumen ikan lele di luar agak susah karena orang-orang tertentu saja yang mau beli. Kalau ada yang pesan kita siapkan dan harganya 15 ribu rupiah per kilo," bebernya. 


Lebih lanjut Rahmatullah mengungkapkan bahwa keberadaan bioflok ini telah memberikan dampak positif dalam perekonomian pesantren dan telah memberdayakan para santri dalam pengembangan perikanan. 


"Sejak adanya bioflok ini, tingkat perekonomian pesantren semakin meningkat dan para santri juga semakin berdaya dengan mengelola kolam ikan ini sehingga aktivitas mereka juga tidak hanya sekedar belajar agama," ujarnya.


"Alhamdulillah tiga bulan terakhir ini budidaya ikan lele maupun ikan nila yang ada di kolam sudah kita nikmati dan hasilnya cukup memuaskan, para warga pesantren sudah menikmati hasilnya," sambungnya. 


Sekadar diketahui, pada tahun 2020 lalu Pondok Pesantren Darul Istiqamah Puce'e mendapatkan bantuan bioflok dari pemerintah sebanyak 20 kolam ikan serta bantuan bibit ikan lele masing-masing 300 ekor per kolam.


Penulis: Syarif/C