Skip to main content

Berkas Perkara Tersangka "Fee 30 Persen" Dikembalikan

erwin hayya
Tersangka korupsi pemotongan anggaran sosialisasi penyuluhan kecamatan, Erwin Hayya. (Dok.KABAR.NEWS)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Berkas perkara tindak pidana korupsi pemotongan anggaran sosialisasi penyuluhan kecamatan atau 'fee 30 persen' se Kota Makassar tahun 2017, yang menjerat mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar, Erwin Syafruddin Haija sebagai tersangka, dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum.

 

"Iya benar, berkas perkaranya dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Tapi kami akan kembali melengkapi berkas perkara tersebut," ucap Direktur Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Erwanto Kurniadi, Rabu (5/12/2018) sore.

 

Dia menyebutkan, dalam kasus ini belum ada penambahan tersangka selain Erwin Hayya. "Belum ada tersangka lain dan kami akan kembali melengkapi berkas P19 dari JPU," pungkasnya.

 

Sebelumnya, penyidik Bareskrim Mabes Polri telah memeriksa 349 orang. Mereka terdiri dari 75 peserta sosialisasi, 92 lurah, 29 narasumber, 4 vendor, 2 kurir, 15 camat, 18 kasubbag, 16 DPRD Makassar, 4 orang TAPD, 4 orang BPKAD Pemkot Makassar.

 

Sedangkan yang diperiksa di Polda Sulsel yaitu, 15 bendahara pengeluaran, 14 PPHP dan 61 orang yang didominasi para lurah di Kota Makassar. Dalam kasus ini, Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar Erwin Syafruddin Haija.

 

Dalam kasus ini, total anggaran yang sudah dialokasikan ke seluruh kecamatan, diketahui mencapai Rp480 miliar. Semua dikucurkan sesuai dengan pos anggaran masing-masing. Seperti belanja operasional dan gaji.

 

  • Lodi Aprianto

 

loading...