Skip to main content

Berencana Pinjam Uang Secara Online? Hati-Hati dengan Risiko ini

Online
Ilustrasi. (Int) 

KABAR. NEWS, Makassar - Peminjaman uang tunai berbasis online kian gencar dipasarkan. 

Katanya, kreditur yang memilih peminjaman uang tunai melalui online dijanjikan kemudahan bertransaksi dengan proses yang cepat dan aman. 

Tapi tunggu dulu, peminjaman uang tunai berbasis online juga memiliki risiko yang tinggi seperti dikatakan Pakar keamanan internet dari Vaksin.com, Alfons Tanuwijaya. 

Dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika melakukan peminjaman uang tunai tanpa agunan secara online. Apalagi jika aplikasi meminta akses data berlebihan pada perangkat pengguna, sebab dianggap dapat merugikan peminjam.

"Lah ini aplikasi pinjaman meminta akses ke kontak, digunakan sebagai alat untuk menagih cicilan macet dan mempermalukan peminjam macet ke kontak-kontaknya," ujar Alfons dikutip CNNIndonesia.

Imbauan tersebut tak lepas dari maraknya keluhan pelanggan terkait penagihan oleh aplikasi peminjaman online. Peminjam mengeluh karena aplikasi tersebut bisa mengakses dan menghubungi kontak yang ada di ponsel. Tak hanya itu, mereka juga menagih utang dengan mengancam akan menyebarkan foto yang tersimpan di ponsel.

"Kontak kita sebenarnya merupakan tanggung jawab kita untuk jaga dan tidak boleh diberikan kepada pihak lain tanpa izin. Etikanya saya TIDAK BOLEH memberikan informasi ini ke pihak lain tanpa izin (pemilik kontak). Tapi dengan aplikasi bisa mengakses kontak, dan bahkan menghubungi kontak tersebut tanpa izin ... ini melanggar etika dan sopan santun," paparnya. 

Pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan seharusnya pemberian akses dalam bentuk apa pun kepada penyedia aplikasi bertujuan untuk mendukung aplikasi berjalan dengan baik.

Ia mengambil contoh aplikasi Google Maps yang meminta pengguna memberikan akses terhadap lokasi dengan tujuan untuk menampilkan peta yang akurat. Selain itu, Google Maps juga meminta akses terhadap kontak untuk mendukung fitur membagikan lokasi kepada kontak pengguna.

Ia menyebut, penyedia layanan fintech lending seolah memanfaatkan kondisi masyarakat yang butuh uang secara mendesak, kemudian mereka dipaksa untuk memberikan akses terhadap data seperti kontak dan log telepon/SMS.

Dilansir CNNIndonesia, beberapa aplikasi peminjaman dana tunai lewat aplikasi memang menawarkan pinjaman uang yang cepat. Syaratnya hanya melampirkan KTP dan uang bisa segera cair ke rekening pengguna. 

Sebagai kompensasi, mereka menerapkan bunga pengembalian yang lebih tinggi. Sebagian dari aplikasi tersebut memang rata-rata meminta daftar kontak, akses SMS, dan telepon. Beberapa juga meminta akses pada galeri foto dan lokasi