Skip to main content

Belum Sebulan Rampung, Talud Pantai Merpati Bulukumba Ambruk

Bupati Bulukumba
Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, didampingi Kadis PUPR Bulukumba, Rudi Ramlan, saat meninjau lokasi ambruknya talud di pantai merpati.(Kabar.News/ist)

KABAR.NEWS, BULUKUMBA - Cuaca buruk yang terjadi di Perairan Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai dirasakan dampaknya. Talud sepanjang lima meter ambruk setelah dihantam ombak.


Talud yang diperuntukan menahan abrasi tak kuat menahan terjangan ombak setinggi satu meter. Padahal proyek pembangunan talud tersebut baru selesai dikerjakan pada bulan Desember 2019 lalu. 


Peristiwa ambruknya talud terjadi di kawasan Pantai Merpati, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. 


Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, meminta instansi terkait agar segera melakukan perbaikan talud. 


"Saya minta pihak terkait untuk melakukan kerja bakti pemasangan geobag sebagai penahan ombak di pantai sehingga tidak langsung menerjang talud yang dalam proses perbaikan," ucap AM Sukri Sappewali, Rabu (15/1/2020).


Diketahui, proyek pembangunan talud Pantai Merpati yang menelan anggaran sebesar Rp6,6 Miliar ini, belum sebulan rampung.


Kadis PUPR Bulukumba, Rudi Ramlan, mengatakan, proyek pembangunan talud merupakan bagian dari proyek pembangunan jalan laston sepanjang 1.98 meter dengan dua alur, masing-masing lebar 5 meter. 


"Proyek yang dikerjakan oleh perusahaan Amika Joint Konstruksi ini menghabiskan anggaran Rp6,6 Miliar yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID), termasuk pekerjaan penimbunan, drainase, dan beberapa itelm pengecoran," kata Rudi Ramlan. 


Namun demikian, untuk pengerjaan jembatan duiker menggunakan Box Calvert yang menghubungkan kawasan sentra kuliner ke kawasan Cekkeng, hingga saat ini belum dianggarkan. "Untuk pembangunan Box Calvert dibutuhkan dana kurang Rp. 300-500 juta," ungkapnya. 



Penulis: Afri/B

 

 

loading...