Beli Bitcoin Rp21 Triliun, Tesla Siap Transaksi Pakai Uang Kripto

Perusahaan milik Elon Musk menggegerkan pasar cryptocurrency

Beli Bitcoin Rp21 Triliun, Tesla Siap Transaksi Pakai Uang Kripto
Ilustrasi Perusahaan Otomotif Tesla. (Unsplash/Milan Csizmadia)






KABAR.NEWS - Perusahaan kendaraan listrik ternama, Tesla Inc menginvestasikan duit 1,5 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau diperkirakan setara Rp21 triliun untuk membeli mata uang elektronik Bitcoin. 


Investasi besar-besaran perusahaan milik Elon Musk ini membuat harga Bitcoin naik menjadi 43.625 dollar AS pada sesi perdangan Senin (8/2/2021) pukul 21.00 WIB, menurut laporan Reuters.


Keputusan Tesla memborong Bitcoin merupakan upaya jangka untuk menggantikan uang tunai dengan sistem cryptocurrency sebagai alat transaksi. Artinya, setiap produk Tesla hanya bisa dibeli menggunakan mata uang kripto.


"Kami berharap dalam waktu dekat mulai menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk produk kami, tunduk pada undang-undang yang berlaku dan awalnya secara terbatas, yang mungkin kami likuidasi setelah diterima," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters.


Berita tersebut memicu perdagangan besar-besaran dalam cryptocurrency dan menyebabkan pertukaran seperti Coinbase, Gemini, Binance mengalami masalah teknis, menurut Coindesk.


Sebagai pendukung cryptocurrency yang terkenal, Musk telah aktif mengamati hiruk-pikuk investasi ritel dalam beberapa bulan terakhir. Manuver Musk menyebabkan kenaikkan harga dogecoin, mata uang digital berbasis meme dan saham rantai permainan video AS, GameStop.


Dia mengatakan seminggu yang lalu bahwa bitcoin "di ambang" yang lebih diterima secara luas di antara investor, dan pada bulan Desember menanyakan apakah mungkin untuk melakukan transaksi besar dalam mata uang tersebut.


Pada akhir Januari, Musk mengubah bio akun Twitternya, yang memiliki 46 juta pengikut dan menyertakan tagar #bitcoin.


Selain Tesla, investor juga mengantisipasi perusahaan lain akan segera bergabung memborong bitcoin termasuk BlackRock Inc, manajer aset terbesar di dunia, dan perusahaan pembayaran Square dan PayPal.