Belajar Tatap Muka Ditunda, Penjualan Seragam Sekolah Tak Laku

Kondisi ini pun membuat seragam sekolah tidak terpakai

Belajar Tatap Muka Ditunda, Penjualan Seragam Sekolah Tak Laku
Ketgam: Toko seragam sekolah di Pasar Tradisional Karisa Jeneponto. (Akbar Razak) 






KABAR.NEWS, JENEPONTO --Penjualan seragam sekolah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan memasuki semester baru turun drastis. Penurunan disebabkan belum diizinkannya sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021.

Adanya pandemik Covid-19 mengharuskan para peserta didik untuk melakukan pembelajaran online di rumah.Kondisi ini pun membuat seragam sekolah tidak terpakai selama belajar dalam jaringan(daring) masih tetap dilakukan. 

Biasanya menjelang masuk semestar baru, toko seragam sekolah kebanjiran pembeli, namun kondisi sekarang penjualan menjadi lesu hingga menyebabkan omset ikut turun mencapai 50 persen.

Hal ini dirasakan oleh Nia salah satu karyawan toko seragam di Pasar Tradisional Karisa, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

"Masalah untuk penjualan seragam sekolah, tidak seperti dulu. Kan sekarang masa pandemi, apalagi siswa belajar daring. Jadi penjualanya berkurang," ujarnya saat ditemui kabar.news di Pasar Karisa, Rabu, (20/1/2021).

Untuknya toko seragam sekolah yang ditempati kerja itu juga menjual barang lain seperti masker kain, yang dikala pandemi seperti ini lumayan laku dipasaran."Iya jual juga masker, lumayan laku," angkatnya.

Nia berhara agar pandemi ini lekas berakhir dan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali dibuka."Semoga bisa kembali normal lagi," katanya.

Sementara itu, Andi Kumala Sari yang merupakan siswa yang mengikuti pembelajaran secara daring membenarkan bahwa seragam sekolahnya awet semenjak pandemi Covid-19."Awet, jadi tidak beli seragam, namanya juga daring, kotor saja jarang," terangnya. 

Penulis: Akbar Razak/B