Skip to main content

Bejat! Pria 50 Tahun di Takalar Tega Hamili Anak Kandungnya

korban
Korban H saat dibawa untuk pemeriksaan atau visum di RS Bhayangkara. (Kabar.News/Reza)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Entah setan apa yang merasuki Daeng Tompo. Pria paru baya berumur 50 tahun itu tega menggauli putri kandungnnya hingga hamil enam bulan. Bahkan, pria bejat itu nekat membawa lari anaknya tersebut ke Kabupaten Pangkep untuk menghindari istrinya.


Kasus itu dibenarkan Kepala Uniut Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Kepolisian Resor (Polres) Takalar, Aipda Suanto. Ia mengungkapkan, aksi bejat pelaku tercium sang istri yang curiga setelah putrinya bersama suaminya tersebut tiba-tiba menghilang dari rumahnya.


"Dia (korban) meninggalkan rumah sama ayah kandungnya, tapi ibunya curiga bahwa ayahnya ini telah menggauli anaknya hingga hamil sehingga dia bawa pergi," jelasnya saat ditemui KABAR.NEWS di RS Bhayangkara, Jalan Kumala, Kota Makassar, Senin (9/12/2019).


BACA JUGA: 


Perbuatan bejat itupun dilaporkan sang ibu pada Rabu (4/12/2019) lalu. Saat polisi melakukan penyelidikan, pelaku dan korban diketahui berada di sebuah kos di Kabupaten Pangkep.


"Atas kejadian tersebut ibunya melapor ke Polres Takalar, kami kemudain melakukan penyilidikan dan kami temukan ayah dan anaknya ini di Kabupaten Pangkep Senin (9/12/2019), dan (pelaku) kita bawa ke Polres Takalar untuk penyelidikan lebih lanjut, dan korban sementara di RS Bhayangkara untuk divisum dan diperiksa kandungannya," ungkap Suanto.


Suanto lebih lanjut mengungkapkan bahwa sang ayah ini telah menggauli putri kandungnya berinisial H (16), selama dua tahun lamanya. Setelah mengatahui korban hamil, pelaku membawanya pergi dari rumah selama tiga minggu.

"Dia di Kabupaten Pangkep sekitar tiga minggu, iya dia (korban) mengandung. Pengakuan korban digauli sama ayahnya selama dua tahun. Sejak SMP. Selama dua tahun digauli di rumahnya sendiri. Korban status pelajar kelas 1 SMA," bebernya.


Terpisah, Dokter Forensik Biddokes Polda Sulsel, Dr. Denny Mathius membenarkan bahwa korban telah mengandung selama enam bulan, dan mengalami trauma psikologis.


"Untuk korbannya dia trauma psikologis untuk seorang anak perempuan. Kita lakukan pemeriksaan kehamilan memang dia hamil dan usianya kehamilannya kurang lebih 6 bulan, tapi itu akan diperjelas dengan pemeriksaan lanjutan. Harus dibawa ke P2TP2A untuk konseling sikologis kemudian dia perlu untuk kedepannya bagaimana," pungakasnya.


Reza Rivaldy/A

 

 

Flower

 

loading...