Begini Kronologi Tenggelamnya Petani Rumput Laut di Jeneponto

Korban diduga terjatuh dari perahunya

Begini Kronologi Tenggelamnya Petani Rumput Laut di Jeneponto
Ketgam: Petugas gabungan saat melakukan pencarian korban.ist












KABAR.NEWS, JENEPONTO -Seorang petani rumput laut dikabarkan tenggelam di Pantai Petang, Desa Arangkeke Pallantikang, (Arpal), Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Kamis, (21/01/2021.

Korban yang diketahui bernama Sampara Daeng Tompo (46) diduga tenggelam saat memantau lokasi tanaman rumput lautnya pagi Kamis tadi.

Kabag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul memaparkan kronologi hilangnya Sampara. Ia mengatakan sekitar pukul 10.30 wita, perahu yang digunakan oleh korban ditemukan di pesisir laut di kampung Petang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto. 

Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 wita, korban meninggalkan rumahnya menuju lokasi untuk memeriksa tanaman rumput laut miliknya.Pada pukul 07.00 wita oleh sejumlah saksi melihat korban masih berada di pantai tengah meluruskan tali rumput laut. Kemudian, pukul 07.30 wita, Sampara bergegas ke laut menggunakan perahunya.

"Pukul 10.30 wita perahu yang digunakan oleh Sampara ditemukan oleh nelayan dari Desa Petang dalam keadaan kosong," ujarnya. 

Kata Syahrul, perahu yang ditemukan oleh warga itu kemudian diserahkan kepada lelaki bernama Langka. Langka kemudian membawa perahu itu ke Desa Arungkeke Pelantikang. 

"Langka mengatakan kepada warga sekitar bahwa ini perahu milik korban (Sampara-red) dan ditemukan dalam keadaan kosong dan diperkirakan tenggelam karena korban tidak ada di lokasi rumput lautnya," jelasnya. 

Mantan Kapolsek Tamalatea ini mengaku, bahwa pihak keluarga dibantu oleh warga sekitar tengah melakukan pencarian terhadap korban. Selain itu, Syahbandar pelabuhan Bungeng dan Basarnas serta Pos Polairud ikut melakukan pencarian. 

"Korban diduga terjatuh dari perahunya dan tenggelam disekitar lokasi rumput lautnya. Sehingga perahunya hanyut ke pesisir pantai Petang," pungkasnya. 


Penulis: Akbar Razak/B