Skip to main content

Bayi di Gowa Dianiaya Ayah Sendiri dengan Cara Dicambuk Berulang Kali

Bayi di Gowa Dianiaya Ayah Sendiri dengan Cara Dicambuk Berulang Kali
Pelaku penganiayaan (kedua kiri) terhadap balita AR saat ekspose kasus oleh polisi di Kantor Polres Gowa, Sabtu (13/4/2019). (KABAR.NEWS/Afrilian Cahaya Putri)

KABAR.NEWS, Gowa - Kekerasan terhadap Balita kembali terjadi. Kali ini korbannya AR (3) yang dianiaya ayah tirinya UM (34) seorang buruh harian warga Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).


Baca juga: Pekan Depan, Kejati Umumkan Tersangka Dugaan Korupsi PD Parkir Makassar

Kasus ini terungkap saat korban AR dibawa ke Puskesmas Somba Opu oleh Petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gowa pada Jumat (12/4/2019) kemarin untuk dilakukan pemeriksaan luka lebam di tubuhnya. 

 

Pasca pemeriksaan medis, korban pun dibawa ke Polres Gowa untuk mengamankan korban dari ayah tirinya. Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, kekerasan fisik yang dialami AR  dipicu karena emosi sang ayah yang kesal melihat korban akan keluar rumah. Karena takut ketahuan keberadaan mereka yang telah melakukan kawin lari.


Kemudian pelaku memerintahkan korban ke kamar mandi, lalu pelaku memandikan korban sambil marah dan mengambil selang selanjutnya mencambuk korban berulang kali. 


"Pelaku pernah menyampaikan pesan pada istri dan korban untuk tidak bermain diluar rumah agar tidak diketahui oleh pihak keluarga pelaku dan ibu korban karena takut ketahuan keberadaan mereka yang telah melakukan kawin lari," ujar AKP Mangatas Tambunan saat Press Conference di halaman Mapolres Gowa, Sabtu (13/4/2019). 


Akibat kekerasan yang dialaminya, AR mengalami sejumlah luka di sekujur tubuh. Di antaranya luka pada bagian punggung, luka lengan kiri dan bagian belakang, dan luka pada paha kiri korban.


Baca juga: Wanita Tewas di Wisma Benhil: Dari SMA Sudah "Hoby" Swafoto Bareng Pria

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Anak dan Perempuan, Kabupaten Gowa Kawaidah Alham menuturkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Polres Gowa guna menangani kasus penganiayaan terhadap balita AR.


"Kami bekerja sama dengan Polres Gowa, yang pertama yang kami lakukan adalah memisahkan anak tersebut dengan orang yang menyakiti, Dan memasukkan pelayanan memberi pendampingan dan psikolog untuk memulihkan trauma nya, untuk orang tuanya biarlah diproses sesuai dengan Undang-undang perlindungan anak dan perda perlindungan anak," demikian Kawaidah Alham. 


  • Afrilian Cahaya Putri

 

loading...