Bawaslu Sulsel Resmikan Desa Anti Politik Uang di Wajo

*Akan melakukan pencegahab gerakan politik uang

Bawaslu Sulsel Resmikan Desa Anti Politik Uang di Wajo
MoU peresmian Desa Anti Politik Uang di Kabupaten Wajo. (IST/HMS)






KABAR.NEWS, Makassar - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan HL. Arumahi meresmikan Desa Kalola, Kecamatab Maniang Pajo, sebagai Desa Sadar Pengawasan dan Anti Politik Uang di Kabupaten Wajo. 

     

Peresmian ini dihadiri Bupati Wajo diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andi Ismirar Sentosa, anggota Bawaslu Sulsel Amrayadi, Kasek Bawaslu Sulsel Jalaluddin.


Arumahi dalam sambutannya mengatakan, Bawaslu melalui Desa Sadar Pengawasan dan Anti Politik Uang akan mengajak masyarakat untuk secara bersama-sama malakukan gerakan pencegahan politik uang pada pelaksanaan Pemilu, Pilkada maupun Pilkades.

"Mengapa politik uang harus dicegah, menurut Arumahi oleh karena politik uang merupakan pemicu utama terjadinya korupsi. Korupsi telah membuat bangsa ini mampu membuat rakyatnya sejahtera," ujar Arumahi dalam keterangan tertulisnya.


Amrayadi yang menjadi narasumber diskusi menjelaskan, politik uang atau jual beli suara dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada, dilarang oleh undang-undang dan sanksinya cukup berat.


"Politik uang, telah mencederai demokrasi karena pemilih tidak lagi berdaulat dalam menggunakan hak pilihnya," kata mantan Ketua KPU Soppeng ini.


Sementara, Asisten 1 Pemkab Wajo Andi Ismirar Santosa mengapresiasi pembentukan desa sadar pengawasan dan anti politik uang ini. Ia berharap agar aktif mengikuti kegiatan Bawaslu sebagai bagian dari pendidikan politik.


Peresmian ditandai dengan diskusi dan penandatanganan kerjasama antara Bawaslu Wajo dengan Desa Kalola Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo.