Bawaslu Rekomendasikan 14 ASN Disanksi, Satu Dosen UINAM

Sanksi netralitas ASN

Bawaslu Rekomendasikan 14 ASN Disanksi, Satu Dosen UINAM
Ketua Bawaslu Makassar, Nursari. (KABAR.NEWS/Fitria Nugrah Madani)






KABAR.NEWS, Makassar - Pelangggaran dugaan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) kian marak terjadi di Kota Makassar menjelang hari pemilihan Wali Kota (Pilwali) pada 9 Desember. 


Hingga saat ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar telah menjaring 14 ASN yang diduga kuat melakukan pelanggaran netralitas selama tahapan Pilkada 2020. Salah satunya adalah dosen UIN Alauddin Makassar (UINAM).


Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari mengatakan jumlah ASN yang melanggar tersebut tercatat hingga 3 Desember 2020. Mereka telah direkomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk dijatuhi sanksi.


"Kita sudah berikan rekomendasi, dan saat ini telah ada yang diberi sanksi," kata Nursari saat ditemui di Kantor Bawaslu Makassar, Kamis (3/12/2020).


Nursari menyebutkan dari 14 orang ASN yang melanggar, 12 merupakan pegawai Pemerintah Kota Makassar.  Dua di antaranya adalah dosen. Satu dari kampus almamater hijau UINAM


"Iya, salah satu diataranya adalah dosen di UIN Alauddin Makassar," katanya.


Nursari menjelaskan kasus keberpihakan para ASN itu karena membagikan aktivitas politik salah satu calon di media sosial. Bahkan, juga ikut terang-terangan mendampingi salah satu paslon dalam kegiatan politik.


"Kalau Camat Mamajang dan Panakukang itu sudah ada rekomendasi dari komisi KASN. yang dua lagi kita sudah ajukan ke KASN tapi belum ada balasan," tandas Nursari.


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B