Skip to main content

Bawaslu: Pelanggaran "Gerakan Bersama Prof Andalan" Sistematis dan Masif

Prof Andalan
Event gerakan bersama Prof Andalan di 3.038 Dese se Sulsel yang gencar disosialisasikan ke media dibatalkan. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Komisioner Devisi Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulsel, Azri Yusuf menjelaskan kegiatan Gerakan Bersama Prof Andalan di 3038 Desa Se Sulsel berpotensi melanggar di Pilkada serentak 2018.


Dimana event Prof Andalan yang rencananya digelar 14 Januari 2018 akhirnya dibatalkan.


Azri Yusuf melihat bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh pasangan Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) masuk dalam kategori pelanggaran terstruktur sistematis, dan masif.


“Itu kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Tingkat provinsi hinggga kecamatan dan desa. Kami ingatkan agar berhati-hati. Karena berpotensi terstruktur, sistemaits dan masif itu terbukti. Ini melibatkan banyak materi, orang dan massif terencana sejak awal,” tegas Azri Yusuf saat dihubungi KABAR.NEWS, Jumat (12/1/2018).


Meski belum ada penetapan pasangan calon oleh KPU, tapi menurut Azri kegiatan tersebut akan berlanjut hingga setelah penetapan pada 12 februari 2018.


“Setelah itu otomatis tidak dibenarkan ada kegiatan kampanye yang melibatkan materi dan menjanjikan materi. Dalam bahasa aturan kita itu politik uang atau money politik. Sanksi administrasinya bisa mengantarkan diskulafikasi kepada pasangan calon. Jika itu terbukti maka calon didiskualifikasi,” tutur Azri.


Maka dari itu, menurut Azri Bawaslu telah menerbitkan surat pencegahan kepada Liaison Officcer (LO) penyelenggara Gerakan Bersama Prof Andalan, demi menghindari adanya pihak - pihak tertentu yang mengambil kepentingan dari kegiatan tersebut.


“Kita sudah beri surat pencegahan, bukan kita minta berhenti, karena berpotensi berlanjut dan bisa dikonstruksi pihak tertentu dan melaporkan kegiatan ini ke bawaslu dan menjadi perbuatan berkaitan dengan kampanye,” tandas Azri.

  • Arya Wicaksana