Batal Digelar di Makassar, Musda Golkar Dihelat di Gedung Sipitanggari Jeneponto

perencanaan awal di Makassar

Batal Digelar di Makassar, Musda Golkar Dihelat di Gedung Sipitanggari Jeneponto
Ketgam: Ketua Panitia Musda, Abustam Edy. (Kabar.news/Akbar Razak).






KABAR.NEWS, Jeneponto - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menggelar musyawarah daerah (Musda) ke X yang berlangsung di Gedung Sipitanggari, pada Minggu (2/5/2021) besok.

Ketua Panitia Musda Golkar Jeneponto, Abustam Edy mengatakan, pelaksanaan Musda kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, akan di gelar Jeneponto karena situasi pandemi covid-19 yang masih meningkat di kota Makassar.

"Pelaksanaan musdanya kita adakan di Jeneponto, di mana memang perencanaan awal di Makassar. Ada salah satu hal yang pertama, masalah covid-19 masih terus meningkat sehingga kita tetap adakan di daerah," jelasnya.

Selain karena pandemi, kepastian tentang pelaksanaan musda tersebut juga tertuang dalam hasil koordinasi dan petunjuk dari pengurus DPD I Sulsel.

"Atas dasar itu hasil koordinasi antar DPD II dengan pengurus DPD I Sulsel disepakati pelaksanaan musda ke 10 akan diadakan di Jeneponto," katanya.

Kata dia, selain menghadiri pelaksanaan Musda, Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe juga memiliki beberapa agenda kunjungan di Jeneponto.

"Karena pak ketua DPD I juga ada rencana untuk kunjungan. Yang pertama, ke panti asuhan di bulan suci ramadan ini, terus peresmi kantor DPD II pasca di rehab kemarin. Ada beberap agenda," kata dia.

Ia katakan, bahwa pihaknya dari awal sudah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan matang, hanya sisa menunggu jadwal.

"Kita sudah siap dari beberapa bulan yang lalu, sisa menunggi jadwal dari DPD I karena dimana kita tahu bahwa yang akan membuka acara ini adalah ketua DPD I. Kordinasinya kita tetap mengacu pada jadwal yang diberikan," terangnya.

Dia menambahkan, bahwa yang akan bertarung dalam kontestan ini hanya dua orang saja. Yakni, eks ketua DPD II, Iksan Iskandar dan eks sekertaris Golkar, Suharto.

Jumlah suara yang akan mereka perebutkan sebanyak 17 suara. Termasuk 6 pimcam yang di PLTkan.

"Kalau yang akan ikut memilih itu ada 11 pimcam. Jadi peserta penuh 1 orang, kemudian 1 orang peserta peninjau. Tapi 1 kecamatan 1 suara. Kemudian, organisasi didirikan mendirikan dan sayap itu masing-masing punya 1 suara, ditambah DPD II 1 suara, DPD I 1 suara, dan lainnya," pungkasnya.

Penulis: Akbar Razak/B