Baru Menjabat, Kacabjari Tator Sudah Tuntaskan Sejumlah Perkara

Dengan minimnya jumlah SDM

Baru Menjabat, Kacabjari Tator Sudah Tuntaskan Sejumlah Perkara
Kacabjari Tator Dedi Fuad Rachman. (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Kurang dari 2 bulan menjabat, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tana Toraja (Tator) di Rantepao, Sulsel, Deri Fuad Rachman, menyampaikan rincian capaian kinerja dan progres penanganan perkara pada wilayah hukumnya.


Di awal jabatannya, Dedi menerangkan bahwa dalam kurun waktu 3 bulan yakni bulan Januari, Februari dan Maret tahun 2021 berdasarkan tupoksi dan kewenangan pada masing-masing, telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Penyidik Kepolisian sebanyak 18 SPDP, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyerahan berkas perkara (tahap I) sebanyak 25 perkara.


"Tindak pidana umum sejak tahun 2021 ini, kami menerima 18 SPDP dengan 25 perkara di antaranya 7 perkara kasus orang dan harta benda, 4 perkara keamanan dan ketertiban umum, 4 perkara narkotika, 5 perkara perlindungan anak dan 5 perkara untuk tindak pidana umum lainnya," ungkap Deri saat ditemui KABAR.NEWS di ruang kerjanya, Kamis (15/4/2021).


Deri berujar bahwa perkara yang telah dilaksanakan penerimaan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari penyidik untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan, adalah sebanyak 29 perkara.


"Perkara tahap II kali ini sebanyak 29 perkara yakni 6 perkara orang dan harta benda, 7 perkara keamanan dan ketertiban umum, 4 perkara narkotika, 5 perkara perlindungan anak dan 7 perkara tindak pidana umum lainnya," ungkapnya lagi.


Ditambahkan Deri, dari perkara Pidum, juga ada pelaksanaan eksekusi atas putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dimana Jaksa Eksekutor pada Cabjari Rantepao telah melaksanakan 31 Eksekusi Perkara Tindak Pidana Umum.


"Kami lakukan eksekusi guna mendapatkan kepastian dan kemanfaatan hukum bagi setiap pihak yang terlibat dalam suatu proses penanganan perkara, adapun perkara yang masih dalam tahap upaya hukum adalah banding dengan jumlah 1 perkara dan Kasasi 0 perkara. Dimana dari keseluruhan perkara tersebut, terdapat sekitar 64 orang terdakwa yang terlibat tindak pidana," katanya.


Pada bidang perdata dan tata usaha Negara, tambah Deri, Jaksa Pengacara Negara pada Cabjari Rantepao telah menerima 5 (lima) Surat Kuasa Khusus dari Bupati Toraja Utara.


"Kami menerima surat kuasa dari Bupati untuk melaksanakan bantuan hukum berupa negosiasi atas pengembalian kerugian negara atas beberapa kegiatan yang berdasarkan LHP Inspektorat terdapat Kerugian Negara/Daerah dalam rangka memulihkan dan mengembalikan Kerugian tersebut kepada kepada Kas Daerah," tambah Deri.


Selain itu, Deri juga menyebutkan bahwa saat ini masih melaksanakan 1 penyelidikan dan 2 penyidikan. Sementara untuk penuntutan masih belum terdapat kegiatan dan terdapat 1 eksekusi pada bidang tindak pidana khusus.


Sementara pada bidang Intelijen, Kejari Cabang Tator telah melaksanakan penyuluhan dan penerangan hukum juga melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan bantuan sosial masyarakat yang terdampak Covid-19.


"Sebelumnya juga kami telah melakukan penyuluhan dan penerangan hukum yang bekerjasama dengan BPN Torut dalam rangka melaksanakan sosialisasi program PTSL. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah juga kami sudah lakukan 2 kegiatan, serta kegiatan  pengamanan pelaksanaan program Bantuan Sosial bagi  masyarakat terdampak Covid-19 di Toraja Utara," terang Deri yang sebelumnya bertugas sebagai Kasi Intel Halmahera Utara.


"Perlu diketahui bahwa sejak awal Maret saya menjabat, untuk bertugas dan bertanggung jawab di satu wilayah hukum Kabupaten Toraja Utara dengan 2 orang Jaksa dan 7 orang pegawai Tata Usaha, serta 9 orang PPNPN. Walaupun dengan kondisi jumlah pegawai yang minim tersebut untuk 1 Kabupaten dengan 21 kecamatan, 151 Lembang/Desa dan Lurah, kami tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam rangka memberikan pelayanan hukum serta tugas tanggung jawab lainnya dengan sebaik-baik mungkin, untuk membantu Kejari Induk yang ada di Kabupaten Tana Toraja," pungkas Deri.


Penulis: Febriani/B