Skip to main content

Banyak Pejabat Ditangkap KPK, Wapres JK: Sangat Disayangkan, Padahal Sudah Banyak Pengawasan

Wapres Jusuf Kalla saat memembuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2019 di Hotel Bidakara Jaksel, Kamis (21/3/2019).(DOK Set Wapres)


KABAR.NEWS, Jakarta - Semakin banyaknya pejabat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla bingung. 


Pasalnya, sistem pengawasan pemerintah untuk mencegah terjadinya tindak korupsi sudah banyak dibuat. Namun, masih ada saja pejabat yang “nakal” dan melakukan tindak korupsi.


Baca Juga:


"Selama 15 tahun, ada 9 menteri yang masuk penjara. Ada hampir 20 gubernur, ada ratusan bupati, ratusan anggota DPR-DPRD. Itu tentu menjadi perhatian kita. Bahwa begitu banyaknya yang mengawasi, tapi juga makin banyak juga yang melakukannya," ujarnya usai menghadiri Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2019 di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019)


Ia mengaku cakupan korupsi saat ini semakin luar. Untuk itu dia berharap lembaga-lembaga pengawas makin pintar mendalami celah-celah pelanggaran.


"Kalau dulu korupsi hanya memperkaya diri sendiri, sekarang memperkaya orang lain. Maka seperti itu makin luas, sehingga semakin banyak hal-hal. Artinya adalah, inspektorat, BPKP harus lebih pintar lagi, lebih dalam lagi mengawasinya," ujar JK.

 

JK mengatakan, seharusnya pengawasan dikatakan berhasil jika hanya sedikit orang yang ditindak karena pelanggaran. Meskipun dia mengakui pengawas tak boleh juga membiarkan orang melakukan pelanggaran.


"Pengawasan yang berhasil itu apa? Banyak mengatakan, selalu dibilang Kejaksaan, KPK, BPKP, telah menyelamatkan uang sekian triliun, dianggap berhasil. Padahal penilaian yang berhasil, hal (orang) yang ditangkap kurang," paparnya. 


Namun, JK juga mengingatkan sistem pengawasan akan berjalan baik jika lembaga pengawasnya juga jujur. Sehingga pengawasan bisa dilakukan secara transparan.


"Maka yang pertama jujur adalah pemeriksa itu sendiri. Jadi dikatakan bahwa sapu itu untuk menyapu, sapunya harus bersih. Karena itu merupakan tantangan-tantangan kita semua untuk menjalankan fungsi pengawasan itu, dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.