Skip to main content

Banyak Caleg Kutu Loncat, BPS Sulsel: Karena Parpol Fokus Pemilu Daripada Kaderisasi

bps sulsel
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel Akmal bersama Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Faharuddin saat memaparkan rilis BPS Sulsel di kantor BPS Sulsel Jalan H Bau Makassar, Rabu (15/8/2018). (Dok.KABAR.NEWS)


KABAR.NEWS, Makassar - Tahapan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 telah dimulai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah mengumumkan Daftar Caleg Sementara (DCS). Dari sejumlah nama DCS, banyak Caleg yang kutu loncat atau pindah partai politik (parpol).


Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel pun melihat fenomena Caleg kutu loncat. Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sulsel Faharuddin mengatakan, banyaknya kader parpol yang kutu loncat disebabkan faktor parpol yang hanya fokus pada Pemilu 2019 dibandingkan kaderisasi.


"Berdasarkan indeks variabel Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Sulsel peran parpol turun drastis pada angka -25,71 poin atau dari 100 poin pada 2016 turun menjadi 74,29 poin pada 2017," ujarnya kepada KABAR.NEWS saat rilis data survei BPS Sulsel tentang IDI tahun 2017 di kantor BPS Sulsel jalan H Bau Makassar, Rabu (15/8/2018).


Ia menambahkan turunnya angka peran parpol karena kurangnya parpol melakukan pendidikan politik kepada para kadernya. "Mereka hanya berfokus pada target pemilih atau perolehan suara," pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Sulsel mencapai 70,79 poin. Artinya, kata dia, indeks demokrasi di Sulsel masuk kategori sedang. "IDI Sulsel pada tahun 2017 lebih baik dibandingkan tahun 2016 yang angkanya hanya 68,53," ujarnya.


Faharuddin beranggapan, peningkatan indeks demokrasi di Sulsel karena dipangaruhi tiga aspek yakni kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga-lembaga demokrasi.

 

"Aspek kebebasan sipil dalam berdemokrasi naik 1,94 poin, begitu juga dengan hak-hak politik naik 3,07 poin. Sementara lembaga-lembaga demokrasi juga naik 1,37 poin," paparnya.


Faharuddin menjelaskan untuk melihat IDI di Sulsel, BPS Sulsel menggunakan 4 sumber data yakni review surat kabar lokal, review dokumen seperti Perda atau Pergub, Focus Group Discussion dan wawancara mendalam.

 

  • Ulfa


loading...