Bank Sulselbar Siapkan KUR Tanpa Jaminan untuk Petani Porang

untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Maros

Bank Sulselbar Siapkan KUR Tanpa Jaminan untuk Petani Porang
Foto: Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Maros Hazjul (KABAR.NEWS/Fahrul) 












KABAR.NEWS, MAROS - Porang yang dulunya hanya dianggap tumbuhan liar yang tidak mempunyai manfaat, kini telah banya dibudidayakan oleh petani di Maros. Pasalnya tanaman dari jenis Amorphophallus muelleri ini memiliki pasar ekspor seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea. 

Umbi porang banyak mengandung glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian.

Maka dari itu, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Maros, Bank Sulselbar Maros bekerja sama Dinas Pertanian Kabupaten Maros membuka program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani yang berniat membudidayakan tanaman tersebut. 

"Rentang kreditnya mulai Rp5 juta sampai Rp25 juta tanpa jaminan. Dan maksimal Rp0 juta per hektar dengan jaminan atau sesui dengan RAB kebutuhan petani, jadi sangat fleksibel," ujar Hazjul, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Maros saat ditemui, Kamis (21/1/2021)

Hazjul melanjutkan, selain jumlah kredit yang fleksibel, bunga KUR petani Porang ini juga rendah yakni hanya 6 persen. Pembayarannya pun dilakukan dengan metode Garce Period yaitu petani membayarkan kreditnya nanti setelah panen. 

"Modelnya pola kemitraan, kita kerjasama dengan pihak ke-3 yang menyediakan bibit porang, saprotan, sampai dengan pengambilan hasil panen nanti. Tentu dengan  harga yang berlaku pada saat panen jadi petani terjamin," imbuhnya. 

Syaratnya pengajuan KUR petani porang ini juga sangat mudah. Patani cukup meyertakan data diri dengan surat keterangan dari pemerintah setempat, serta surat keterangan kemitraan dari Al-fatih selaku pihak ke-tiga. Pihak Bank Sulselbar pun menyediakan pembukaan rekening secara cuma-cuma bagi petani yang ingin mengikuti program ini. 

"Pencarian kredit nanti melalui mekanisme invoice, dana bisa dicairkan jika ada tanda terima barang dari pihak Al-Fatih. Misalnya petani mengambil bibit senilai Rp.2 juta nanti setelah ada tanda bukti terima barang dari Alfatih baru dananya bisa cair. Hal itu dilakukan supaya dana tersebut tepat guna dan tept sasaran," jelas Hazjul. 

Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Maros sendiri, saat ini, sudah ada 50 Hektar lahan pertanian Porang di Maros. Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan yakni, Kecamatan Mallawa, Camba, Tanralili, dan Tompobulu. 


Penulis : Fahrul/B