Skip to main content

Bank Indonesia Keluarkan Uang Bersambung untuk Kolektor

bi dan gubernur sulsel
Perwakilan Bank Indonesia Sulsel bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernuran. (KABAR.NEWS/Miftahul Khaeriyah)

KABAR.NEWS, Makassar - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan pecahan khusus dalam bentuk uang kertas bersambung atau uncut bank notes. Hal ini sebagai upaya untuk terus mendukung pengembangan numismatika atau aktivitas mengoleksi uang di Indonesia.

Uncut bank notes tersebut, salah satunya diserahkan ke Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (14/9/2017).

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Suhaedi mengungkapkan, uang rupiah khusus tahun remisi 2016 yang dicetak khusus tersebut, sekaligus sebagai tanda terbitnya uang baru.

"Ini ditujukan kepada kolektor sebagai alat simpan. Contohnya seperti yang diserahkan kepada SYL hari ini yaitu uang Rp100 ribu dalam 4 lembar tapi tidak dipisah. Dan uang rupiah khusus ini sudah dapat diperoleh di kantor-kantor bank Indonesia," terangnya.

Hanya saja, kata Suhaedi, uang khusus tersebut dikeluarkan secara terbatas, dimana pecahan besar seperti Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu masing-masing hanya dicetak 5000 set. Sedangkan pecahan kecil seperti Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu dan Rp1000 dicetak sebanyak 10 ribu set.

"Tujuannya supaya masyarakat mengetahui bahwa uang baru ini adalah alat pembayaran berharga yang sah dan harus dirawat lebih baik," tambahnya.

Sayangnya, BI membanderol harga yang lebih tinggi. Karena uang khusus tersebut dicetak secara terbatas. Misalnya untuk Rp100 ribu yang satu set isi 4 pecahan dan sertifikat, nilai nominalnya hanya Rp400 ribu, akan tetapi dijual sebesar kurang lebih Rp1 juta.

  • Miftahul khaeriyah