Banjir Makassar, Pj Wali Kota: Akibat Serapan Tak Maksimal 

Masih ada warga Makassar membuang sampah sembarangan.

Banjir Makassar, Pj Wali Kota: Akibat Serapan Tak Maksimal 
Pengendara mendorong motornya akibat banjir. (Foto: KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)






KABAR.NEWS, Makassar - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengungkapkan prediksi cuaca di Sulawesi Selatan ke depannya akan mengalami hujan sedang hingga lebat. Hal ini akan terjadi selama beberapa hari ke depan, termasuk Kota Makassar. 

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin sendiri mengatakan warga harus mengantisipasi banjir yang biasanya memang menjadi langganan banjir saat musim hujan, terlebih hujan lebat. 

"Tentu saya sampaikan di beberapa kesempatan bahwa di Makassar ini tentu ada daerah banjir, ada daerah genangan. Ini tidak lain adalah berubahnya sistem keseimbangan alam itu sendiri," ucap Rudy di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (18/1/2021). 

Menurut Rudy, banjir sering melanda Makassar merupakan akumulasi dari semua tindakan tidak disadari. Rentetan penyebab banjir tersebut, kata Rudy, bisa jadi telah terjadi selama puluhan tahun. 

"Kita tahu banjir yang ada saat ini itu tidak disebabkan oleh ulah kemarin, bukan disebakan oleh bulan lalu, atau tahun lalu. Itu merupakan dari rentetan akumulasi dari penyabab kecil yang kita tidak sadari mungkin 15 tahun yang lalu 10 tahun lalu," jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa potensi pembangunan hunian salah lokasi pada daerah genangan atau tindakan sepele seperti membuang sampah sembarangan menjadi faktor penyebabnya. 
 
"Misalnya daerah genangan kita banguni rumah pada saat dibangun rumah pertama mungkin tidak apa apa, pada saat kita sudah bermukim kita membuang sampah, pada saat kita membuang tidak banjir memang tapi akumulasi semua itu," paparnya.

Dirinya juga mengakui tingginya intensitas air hujan menyebabkan air banjir tak bisa terkendali dengan sistem saluran drainase yang ada. 

"Air yang masuk sudah tidak sebanding dengan air yang keluar. Kenapa? karena air keluar ada dua menyerap ke tanah dan mengalir ke laut atau ke sungai," tuturnya.

Daerah serapan juga diakui Rudy sangat minim sehingga pihaknya tak bisa menampik jika hujan lebat, maka banjir akan terjadi. 

"Nah serapannya sudah kecil saluran keluarnya juga mengecil. Air banyak yang masuk pastimi menumpuk. Itulah genangan dan banjir," pungkasnya.

Penulis: Fitria Nugrah Madani/B