Banjir di Semarang, Ganjar Pranowo: Salahkan Saya Saja

Banjir yang terjadi di Semarang menjadi perhatian netizen.

Banjir di Semarang, Ganjar Pranowo: Salahkan Saya Saja
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)






KABAR.NEWS, Semarang - Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun menjadi sorotan saat sejumlah daerah di Jawa Tengah, termasuk Semarang mengalami banjir. Meski demikian, Ganjar enggan lepas tangan dan siap jika warga menyalahkan dirinya. 

Lewat akun twitter resminya @ganjarpranowo, dirinya menjawab jika masyarakat mencari seseorang yang patut disalahkan akibat banjir tersebut, dirinya yaang patut disalahkan. 

"Saya yang salah, yang lain sudah bekerja dengan baik," tulisnya, Kamis (25/2/2021). 

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan semua daerag di Jateng sudah berusaha dan bekerja keras untuk meminimalisir bencana banjir. Ganjar menjelaskan dirinya sebagai Gubernur pantas disalahkan jika memang dalam sebuah bencana harus ada yang bertanggung jawab.

"(Banjir) Kan ada di Pekalongan, ada di Kudus, ada di Pati ada di Kota Semarang, gitu kan? Karena keinginannya ada yang harus bertanggungjawab dan disalahkan. Lebih baik salahkan Gubernur karena banyak teman-teman di kabupaten dan kota mereka sudah bekerja dengan luar biasa," ujarnya dikutip dari detik.com, Rabu malam (24/2/2021). 

Ganjar mengaku tidak semua apa dilakukan pemerintah dalam penanganan bencana terpublikasi dengan baik. Ia mencontohkan saat dirinya berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air untuk mengecek elevasi seperti. 

"Kita kontak dengan Daops yang di Tawang, mereka tidak tahu, kita komunikasi dengan RT-RW atau yang komplain apakah bantuan sudah masuk, mereka tidak tahu," jelas Ganjar.

"Saya tidak mempublikasikan begini-begini, tetap saja dalam konteks sosiologinya pasti masyarakat akan mencari siapa yang bertanggungjawab. Lebih baik tanggungjawabnya saya ambil alih, agar semua bisa bekerja dengan tenang," imbuhnya.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya menemui petugas pompa saat pantauan hari Rabu(23/2) kemarin. Ternyata petugas pompa pun berjuang keras bahkan ada yang bertugas hingga 24 jam memantau pompa agar tetap berjalan.

"Di (rumah pompa) Berok saya tanya, kamu berapa orang, 'satu orang Pak', 24 jam? 'satu pompa ini saya yang tanggungjawab', siapa coba yang mau bekerja seperti itu, mereka bekerja sangat luar biasa," tegasnya.

Ganjar juga sempat mengingatkan soal sampah  ternyata berpengaruh kepada kinerja pompa. Saat pantauan, ia melihat tumpukan sampah diambil dari saluran dan  sempat mengganggu jalannya pompa.

"Sampah kecil-kecil ini satu bak truk tidak ada, mungkin hanya sekitar seperempat. Tapi seperempat itu kalau masuk ke pompa, pompanya mati. Maka butuh dukungan masyarakat untuk peduli menjaga lingkungan," kata Ganjar Pranowo.