Banjir di Perumnas Antang Blok 10 Mulai Surut, Warga Mulai Bersih-bersih

Banjir di Perumnas Antang Blok 10 Mulai Surut, Warga Mulai Bersih-bersih
Kondisi Perumnas Antang Blok 10 yang dilanda banjir (Kabar.news/Reza)












KABAR.NEWS, Makassar - Sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing pasca banjir yang melanda puluhan rumah di Perumahan Nasional (Perumnas) Antang blok 10, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

Sekedar diketahui, ratusan warga mengungsi ke masjid maupun pesantren sejak hujan mengguyur Kota Makassar hingga mengakibatkan banjir di kawasan tersebut setinggi paha orang dewasa. Sabtu (19/12/2020) lalu.

"Kita membersihkan karena air sudah surut, jadi kita bersihkan dulu sisa-sisa air dalam rumah. Kalau saya dua hari tinggal di posko pengungsian di pondok pesantren di atas," kata salah satu warga, Ira (15) yang ditemui KABAR.NEWS di lokasi. Selasa (22/12/2020).

Begitupun Andri, dia juga sudah terlihat membersihkan kotoran-kotoran dalam rumahnya. Kata pria 25 tahun itu, di sengaja pulang ke rumahnya untuk mencari sisa barang seperti pakaian yang masih bisa di selamatkan.

"Iya saya sama keluarga pulang dulu membersihkan sama cari barang-barang kayak baju yang bisa di pakai. Kita bersihkan saja dulu, belumpi mau tinggal kembali karena biasa air naik lagi kalau malam. Disusun-susun barang supaya tidak terlalu terhambur, sempat hilang juga," ungkapnya.

Diketahui juga, wilayah yang paling parah terendam air ada di BTN Kodam III di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, dan Kecamatan Manggala, wilayah banjir paling parah berada di Romang Tangaya dan Perumnas Antang blok 8 dan blok 10.

Sedangkan dari pantauan di lokasi Perumnas Antang blok 8 masih terdampak parah dengan genangan air setinggi dada orang dewasa, sedangkan di blok 10 air mulai surut mencapai mata kaki.

Sebelumnya, ratusan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan terpaksa tinggal sementara di masjid-masjid, akibat banjir yang merendam rumah mereka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Rusly mengatakan, sekitar 700 warga yang mengungsi ini tersebar di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Manggala.


Penulis : Reza Rivaldy/A