Skip to main content

Bangunan Ini Dibongkar Paksa Satpol PP Gowa

SATPOL PP
Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja menertibkan bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Gowa. (KABAR.NEWS/Afrilian Cahaya Putri)

KABAR.NEWS, Gowa - Puluhan Personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Jalan Palantikang, Kecamatan Somba Opu, Jumat (9/11/2018).

Dalam penertiban ini, Satpol PP dibackup pengamanan penuh personil Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa. Sempat bersitegang antara pemilik bangunan dengan Satpol PP. Di mana, pemilik bangunan meminta surat perintah penertiban dari Bupati Gowa dan bersikukuh tidak ingin bangunan tersebut dibongkar.

Diketahui, surat perintah pembongkaran sudah dilayangkan empat kali kepada pemilik bangunan atas nama Sofyan, namun tidak sedikitpun diindahkan. Bahkan pada surat perintah terakhir, pemilik bangunan diminta membongkar sendiri bangunan tidak berizin tersebut.

"Peringatan sejak Februari 2017, September 2017, kemudian Februari 2018, dan 27 September 2018 untuk membongkar sendiri bangunan miliknya, tapi tidak diindahkan. Makanya sekarang kita bongkar berdasarkan disposisi dari Bupati Gowa, Adnan Purichta," jelas Kasatpol PP, Alimuddin Tiro.

Alimuddin menuturkan, pihaknya hanya menegakkan Perda. Di mana, bangunan yang tidak memiliki IMB akan dibongkar. Ia mengaku tidak mempermasalahkan tanahnya, tapi hanya masalah izin bangunan. "Kami tidak mempermasalahkan tanahnya, yang kita masalahkan hanya masalah izin bangunannya yang tidak memiliki izin," tegas Alimuddin.

Terkait syarat bangunan yang harus memiliki IMB, harus menyertakan pengantar berupa format berupa perizinan satu pintu dan satu atap (Sintap). Kemudian ditandatangani oleh yang bersangkutan dan camat. "Kedepan kami akan menindaki bangunan lain yang terindikasi tidak memiliki IMB di Kabupaten Gowa," tandasnya.

Dengan dasar, apakah berupa akta. Sehingga, ketika bersyarat maka lahirlah IMB. "Semua bangunan itu harus ada IMB, bangunan ini juga harus ada IMB-nya, karena ini bangunannya di dalam tembok," kata Alimuddin.

Sementara, menurut Sofyan bangunan dengan luas 1 area ini sudah ditinggalinya puluhan tahun sejak 2006, dan pada peringatan terakhir yang ditujukan padanya, ia mengaku telah menemui Sekda Gowa dan diarahkan ke pihak perizinan.

"Saya ke Sekda, terus pak Sekda kasih saya surat dari Dinas PU dan dia tulis lagi di situ pakai tangan kalau bangunan kayu tidak perlu pakai IMB, kecuali rumah batu, saya bilang okelah. Karena saya bilang di mana saya mau ambil uang untuk bangun rumah batu. Terus pihak perizinan datang ke sini, dia bilang pihaknya sudah bicara dengan PU dan bangunan seperti ini tidak perlu ada IMB," jelas Sofyan.

  • Afrilian Cahaya Putri


loading...