Baksos Mahasiswa KKN & OKP di Burau Lutim: Daur Ulang Sampah Plastik, Lestarikan Lingkungan

Digelar di Pantai Ujung Suso, Burau

Baksos Mahasiswa KKN & OKP di Burau Lutim: Daur Ulang Sampah Plastik, Lestarikan Lingkungan
Bakti sosial mahasiswa KKN IAIN Palopo dan organisasi kepemudaan di Pantai Ujung Suso, Burau, Luwu Timur, Sabtu (23/10/2021). (Foto: Istimewa/HO)






KABAR.NEWS, Palopo - Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan bukan sekadar isapan jempol belaka bagi kalangan anak - anak muda Indonesia. Terkhusus di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).


Itulah ditunjukan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo Angkatan ke-40, bersama organisasi kepemudaan (OKP) se-Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).


Mereka pada Sabtu (23/10/2021) terjun ke Pantai Ujung Suso yang berada di Desa Mabonta, Burau, untuk bersih-bersih, terutama memungut sampah plastik. Bakti sosial (Baksos) ini juga diisi pelatihan pembuatan ecobrick oleh Komunitas Selaras Batara Guru.


Koordinator KKN IAIN Palopo di Kecamatan Burau, Fitransyah mengatakan, bakti sosial dilakukan untuk mengedukasi masyarakat dan pengunjung agar lebih memperhatikan kebersihan dan keindahan Pantai Ujung Suso.


"Harapan saya semoga kolaborasi mahasiswa KKN dan OKP ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi  berlanjut pada proker - proker kami khususnya festival pemuda untuk memperingati momentum sumpah pemuda," kata Fitransyah dalam keterangan tertulis yang diterima KABAR.NEWS, Sabtu.


Daur Ulang Sampah Plastik dengan Ecobrick


Sebagai rangkaian bakti sosial, Komunitas Selaras Batara Guru yang terlibat dalam gerakan ini, hadir memberikan pelatihan pembuatan ecobrick kepada mahasiswa KKN IAIN Palopo dan juga OKP Burau.


Ecobrick merupakan salah satu cara mendaur ulang  sampah plastik ramah lingkungan dengan memasukannya secara padat ke dalam botol plastik. Botol yang terisi dapat difungsikan kembali  sebagai barang berguna seperti kursi atau meja.


Noni Firdaus selaku Kordinator Selaras Batara Guru menjelaskan, ecobrick hanya salah satu alternatif mengurangi sampah plastik, karena dianggap paling gampang dan paling murah.


"Seperti kita ketahui, plastik itu ratusan tahun baru bisa terurai dan menjadi mikro plastik, hal ini sangat berbahaya untuk ekosistem jika dibiarkan maka akan membunuh makhluk hidup yang ada di laut," kata Noni.


Komunitas Selaras Batara Guru ikut terlibat dalam gerakan ini sebagai komitmen bersama menjaga dan melestarikan lingkungan dari pencemaran limbah plastik sekali pakai.


"Kami memilih untuk terlibat dalam kegiatan ini tujuannya untuk menyampaikan pesan kepada semua yg hadir utamanya pemuda agar mau mencintai lingkungan dan menjaga bumi Kita, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga bumi kita," tandas Noni.


Adapun OKP Kecamatan Burau yang Ikut terlibat adalah antara lain, KNPI, IPMA Lutim Komisariat Burau, HAM Lutim, Famajja Art, DKR Pramuka Burau, Perspektif, Savana, Individu Merdeka. Kabel.id dan masih banyak lagi. Bakti sosial ini menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.