Skip to main content

Aziz Diusir, NH: Belum Apa-apa, Tim NA Sudah Tidak Etis

nh berang
Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid bersama Sekretaris NasDem, Syaharuddin Alrif. (KABAR.NEWS/Ruslan)


KABAR.NEWS, Makassar - Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid mengaku geram atas tindakan salah seorang perempuan paru baya, selaku tim pemenangan calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

 

Pasalnya, perempuan paru baya tersebut hendak membubarkan acara dialog kepemudaan yang menghadirkan calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar (Aziz) sebagai narasumber.

 

Saat itu, Aziz datang menghadiri undangan dari Literatur Institute atas kerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga di Sahabat Coffee, Jalan Skarda, Makassar pada Selasa (12/2/2018) kemarin.

 

Nurdin Halid mengatakan, dia telah berkoordinasi dengan tim pemenangan untuk melaporkan kejadian tersebut di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel. Hal itu, menurut Ketua Golkar Sulsel ini, perlu ditindak secara tegas oleh pihak penyelenggara pemilu, yakni Bawaslu.

"Saya sudah sampaikan ke tim untuk protes keras terhadap Bawaslu, dan Bawaslu harus mengambil tindakan tegas," kata Nurdin Halid di Hotel Grand Clarion Makassar, Rabu (14/2/2018).

Nurdin Halid mengaku sangat menyayangkan atas tindakan oknum relawan Prof. Andalan itu. Padahal Aziz, lanjut NH, merupakan sosok politisi yang mengedepankan sopan santun dan tatakarama.


Baca Juga :


Nurdin Halid juga mengklaim tindakan itu sangat tidak etis, apalagi Aziz datang hanya diundang sebagai pembicara di tempat yang berdekatan dengan posko induk Nurdin Abdullah Comunity.

 

Nurdin Halid awalnya tidak mengetahui kejadian itu, lantaran tidak ada pemberitahuan dari Aziz. NH baru tahu insiden itu melalui tim pemenangannya.

"Ini belum apa-apa, tim NA sudah tidak etis. Ustad Aziz orang yang sangat lemah lembut, sopan santun, tatakarama dan etika. Dan Aziz diundang. Bukan acara kami di warung kopi. Ustad Azis tidak laporkan saya," imbuhnya.

Nurdin Halid juga menegaskan ke Nurdin Abdullah, agar mengajari tim relawannya dengan etika dan moral. "Catat itu NA, harus mencerahkan tim suksesnya. Jangan mengajari yang tidak bermoral," tutupnya.

  • Ruslan