Skip to main content

Aturan Kepemilikan Ganjal Gojek Mengaspal di Filipina

Gojek
Gojek saat resmi beroperasi di Vietnam.(INT)


KABAR.NEWS, Jakarta - Ekspansi bisnis Gojek di Asia Tenggara tidak berjalan mulus. Pasalnya, otoritas transportasi Filipina menolak proposal Gojek untuk mulai mengaspal di negara tetangga Indonesia itu. 


Ditolaknya Gojek masuk di Filipina ternyata dikarenakan aturan kepemilikan usaha. Dalam konstitusi Filipina mengatur hanya warga negara Filipina, atau perusahaan dengan 60 persen kepemilikan lokal yang bisa mengoperasikan utilitas publik. 


Baca Juga:


Konstitusi juga mengatur untuk industri tertentu, kepemilikan lokal harus mencapai 40 persen. Sementara Gojek mencoba masuk ke Filipina melalui anak usaha bernama Velox Technology Philippines. Sayangnya, sebagian besar kepemilikannya dipegang oleh perusahaan induk Singapura, yakni Velox South-East Asia Holdings.


Bahkan, dokumen lainnya menunjukkan, anak usaha itu dimiliki sepenuhnya oleh Gojek. Atas penolakan itu, Gojek mengaku akan akan terus mengikuti proses yang berlaku di Filipina.


"Jika mereka (Gojek) mau banding, itu pilihan mereka," ujar Chairman LTFRB, Martin Delgra dikutip dari Manila Bulletin, Rabu (9/1/2019). 


Ia mengatakan perlakuan Gojek dengan Grab memang berbeda. Grab mulus beroperasi di Filipina sebab perusahaan ini mematuhi ketentuan soal kepemilikan bisnis. 


Delgra menjelaskan, unit lokal Grab di Filipina, MyTaxi.PH Inc mematuhi aturan kepemilikan lokal sesuai yang diamanatkan konstitusi Filipina. Merespons penolakan masuk ke pasar Filipina, Gojek masih mengkaji langkah berikutnya.


Gojek memberikan sinyal tetap akan mencari cara supaya bisa beroperasi di Filipina. "Kami terus terlibat secara positif dengan LTFRB dan badan pemerintah lainnya, karena kami berusaha menyediakan solusi transportasi yang dibutuhkan masyarakat Filipina," ungkap Perwakilan Gojek dikutip dari TechCrunch.


Jika berhasil masuk ke Filipina, Gojek artinya telah ekspansi ke empat negara di Asia Tenggara. Sebelumnya, Gojek sudah hadir di Vietnam, Thailand, dan Singapura. Ekspansi ketiga negara tersebut dilakukan Gojek selama enam bulan terakhir. 
 

 

loading...