Aplikasi MalaTrans Diperkenalkan, Ajak PHRI Toraja dan Pelaku UMKM Bermitra

Aplikasi transportasi online

Aplikasi MalaTrans Diperkenalkan, Ajak PHRI Toraja dan Pelaku UMKM Bermitra
Situasi sosialisasi Aplikasi MalaTrans di Ruang Pango-Pango, Hotel Misiliana, Kecamatan Kesu', Torut. Sabtu, 1/5/2021. (KABAR.NEWS/Febriani)






KABAR.NEWS, Rantepao - Salah satu pemuda asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan yakni Andi Pangeran Tandilangi berinovasi membuat aplikasi jasa transportasi online untuk kendaraan roda dua maupun roda empat ditengah pandemi Covid-19. Dia juga mengajak seluruh pemilik hotel yang bernaung di PHRI Toraja dan pelaku UMKM untuk bermitra.


Menurutnya, aplikasi transportasi online yang diberi nama MalaTrans ini hadir sebagai inovasi untuk kemudahan bagi masyarakat Toraja dan sekitarnya untuk memilih fitur - fitur yang ada di dalamnya.


Aplikasi MalaTrans, trasportasi jasa angkut darat berbasis android yang dapat di download di Play Store.


"MalaTrans ini menghadirkan berbagai fitur layanan dimana ada layanan ojek online, layanan taxi online, kurir, Mala Food (belanja makanan), belanja kebutuhan sehari - hari (Mala Mart) dan kelebihan yang dimiliki yakni fitur paket wisata dimana wisatawan domestik maupun mancanegara dapat dibawa keliling objek wisata suka-suka (sudah termasuk bahan bakar + driver + biaya masuk objek wisata + biaya hotel yang telah bekerjasama nantinya),"terang Pangeran dalam membuka sosialisasi aplikasi MalaTrans yang digelar di Ruang Pango-Pango, Hotel Misiliana, Kecamatan Kesu', Torut, Sabtu (1/5/2021).
 

Dikatakan Pangeran, sapaan akrabnya, hanya dengan sentuhan jari, lewat aplikasi, pihaknya akan menjemput langsung penumpang menggunakan mobil atau motor sampai di depan rumah hingga ke tujuan dengan melayani seluruh kecamatan dan lembang di dua Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara.


Pangeran mengatakan, pemberian nama aplikasi MalaTrans sendiri diambil dari nama kampung halamannya yaitu Buntu Mala terletak di Lembang Rantela'bi Sangalla, Tana Toraja. Nama Mala berasal dari bahasa Toraja, yakni Ma-ala yang berarti laku/laris dalam bahasa indonesia.


"Jadi kesimpulan arti nama Aplikasi MalaTrans adalah Transportasi Laku. Semoga dengan sesuai namanya aplikasi Taransportasi ini akan laku di gunakan di tengah tengah masyarakat Toraja dan semoga dengan hadirnya MalaTrans ini bisa memberikan kontribusi nyata buat masyarakat Toraja yang lebih kepada fitur layanan paket wisata bagi pemerintah dan pemilik hotel nantinya. Selain itu juga MalaTrans diharapkan bisa memberikan penghasilan tambahan masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojek maupun sopir yang ada," harap Pangeran Tandilangi yang juga pendiri Aplikasi Halo Tukang itu.


Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Yorry R. Lasewengen yang sempat hadir dalam sosialisasi tersebut mengapresiasi pemuda Toraja (ownerdan mengucap syukur atas ajakan dan panggilan dari owner MalaTrans dalam rangka mendukung pariwisata khususnya Toraja Utara


"Kami sangat mengapresiasi ide - ide kreatif yang dalam situasi pandemi Covid-19 ini memberikan solusi dan terobosan untuk bagaimna pariwisata Toraja Utara tetap diminati oleh wisatawan dengan membuka aplikasi MalaTrans ini," ungkap Yorry.


Diakui Yorry bahwa aplikasi MalaTrans merupakan peluang bisnis bagi pelaku pariwisata dengan mempertimbangkan strategi bagaimana memaksimalkan wisatawan domestik.


"Kita cukup terbantu dengan akses melalui bandara di Toraja, dan aplikasi ini memang merupakan peluang bisnis pariwisata bagi kita pelaku pariwisata dimana pemilik hotel bisa bermitra agar wisatawan dapat memilih di dalam aplikasi, juga kepada pelaku UMKM khususnya kuliner juga bisa bermitra. Kalau kita tidak melihat peluang ini, rugi kita. Saya kira dalam masa seperti ini kita bisa memaksimalkan potensi yang bisa kita buka karena hadirnya MalaTrans ini bagian dari kontribusi anak muda untuk memberi pengembangan promosi pariwisata,"pungkas Yorry.


Penulis : Febriani/B