Skip to main content

Apersi Harap Pemerintah Tambah Kuota Perumahan Subsidi di Sulsel

Apersi Harap Pemerintah Tambah Kuota Perumahan Subsidi di Sulsel
Ketua DPD Apersi Sulsel Yasser Latief. (KABAR.NEWS/Mustawaf Ansar)

KABAR.NEWS, Makassar - Banyaknya rumah yang tinggal karena ketiadaan kuota membuat pengembang perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merasa Khawatir.


Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulsel, Yasser Latief, mengatakan pihaknya mengusulkan 15 ribu kuota unit rumah untuk seluruh anggota Apersi Sulsel yang berjumlah 200 lebih anggota.


"Kita menargetkan 15 ribu unit tetapi dengan adanya keterbatasan kuota, itu menjadi tidak terpenuhi, padahal stok kita masih banyak," ujar Yasser Latief di Sekretariat Apersi Sulsel Perumahan Lily, Jalan Boulevard Makassar, Jumat (15/11/2019).


Baca juga: GMTD Jamin Kualitas Bangunan dengan Rutin IPST

Menurut Yasser, hingga saat ini stok rumah subsidi Apersi Sulsel masih tersedia 10 ribu unit. Dari jumlah tersebut, semua telah memiliki user dan tinggal menunggu akad KPR.


"Tetapi karena tidak ada kuota maka itu semua jadi tertahan, sehingga tahun depan baru kita bisa penuhi target 15 ribu unit itu," ungkap Yasser.


Lanjut Yasser, 10 ribu inilah yang masih tertahan sampai sekarang, pemerintah sebenarnya sudah bagus merespon tentang naiknya harga dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tetapi ini kemudian tidak diiringi dengan kebijakan pemberian kuota.


"Jadi meskipun harga naik, tapi kuota tidak ada akhirnya rumah tidak laku juga. Yang kasian adalah banyak masyarakat yang mengeluhkan karena sebagian di antaranya itu sudah yakin bahwa akan bisa dapat kuota maka sudah ada yang tinggali rumahnya," katanya.


"Tapi, karena tidak ada kuota maka tertahan sampai sekarang tidak bisa akad, dan itu jumlahnya sangat banyak dari 10 ribu, ada 1/3 yang seperti itu."


Maka dari itu, Apersi Sulsel memberikan kebijakan dan berharap bahwa akan segera ada penambahan kuota rumah bersubsidi dari pemerintah. "Dari jumlah sepertiga itu semuanya sudah lolos BI checking, makanya teman-teman memberikan toleransi untuk itu, mereka sisa menunggu akad," tambahnya.


Baca juga: Pemkot Bakal Terima PSU Tiga Pengembang Perumahan Elite di Makassar

Yasser menambahkan, anggaran dari pusat untuk pengadaan rumah bersubsidi ada sekitar 150 ribu unit yang tersebar di seluruh Indonesia.


"Jadi yang kita harapkan bahwa 150 ribu unit itu tidak seluruhnya terserap oleh pengembang besar yang ada di pulau Jawa dan sebisa mungkin ini dapat dibagi ke provinsi," kata Yasser.


Menurut dia, developer yang ada di Sulsel jumlahnya masih tertinggi kedua di Indonesia. Selain itu, melihat banyaknya rumah yang tinggal karena ketiadaan kuota, pihaknya berharap bisa didahulukan.


"Mudah-mudahan apa yang dijanjikan tahun depan bukan sekadar angin segar tapi bisa terealisasi, karena jujur teman-teman pengembang juga sudah megap-megap," harapnya.


Mustawaf Ansar/CP/B

 

loading...