Aparat Desa di Sinjai Diharap Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Pakai APBD

Aparat Desa di Sinjai Diharap Tercover BPJS Ketenagakerjaan
Sosialisasi Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan untuk aparat desa di Sinjai, Rabu (7/7/2021). (KABAR.NEWS/Syarif)






KABAR.NEWS, Sinjai - BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sinjai, Sulsel, melakukan sosialisasi tentang Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kepada Camat dan aparat desa se-Kabupaten Sinjai.


Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan yang ditujukan kepada seluruh aparat desa dibuka langsung Sekretaris Daerah Sinjai, Akbar Mukmin di Gedung Pertemuan Wisma Hawai Siniai, Rabu (7/7/2021).


Menurut Akbar, kegiatan sosialisasi ini sangat penting bagi tenaga kerja terutama bagi aparat atau perangkat desa yang wajib mendapat perlindungan dalam bekerja. Sebab, risiko-risiko dalam bekerja bisa saja terjadi, baik musibah maupun kecelakaan kerja. 


"Selain memperoleh jaminan perlindungan dari resiko kerja, peserta BPJS Ketenagakerjaan juga nantinya bisa memperoleh manfaat lainnya, seperti mendapat bantuan subsidi usaha maupun bantuan lainnya," katanya.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sinjai Gazali menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dalam instruksi tersebut ada dua poin, yaitu pertumbuhan kepesertaan dan pengalokasian anggaran.


"Seiring dengan itu, kita juga berdasarkan peraturan Bupati Nomor 40 tahun 2020 tentang pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan, dimana dalam peraturan tersebut telah dimasukkan kepesertaan aparat desa dan badan permusyawaratan desa," jelasnya.


Kembali ke instruksi bapak Presiden, beleid itu diperintahkan kepada beberapa kementerian, lembaga, gubernur, bupati dan wali kota serta juga termasuk BPJS Ketenagakerjaan, untuk melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pemerintah daerah terkait manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan.


Koordinasi itu diharap dapat ditindak lanjuti, sehingga jaminan sosial aparat desa terakomodir dalam APBD Perubahan.


"Kita berharap dengan kegiatan sosialisasi ini seluruh peserta nantinya masyarakat kita bisa membedakan antara BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, sehingga nantinya tidak terjadi misskomunikasi. Jadi kita sangat berharap informasi ini bisa sampai ke masyarakat," harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sinjai Andi Hariyani Rasyid menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan Sinjai atas kegiatan sosialisasi ini untuk menjelaskan manfaat dan pemahaman tentang program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh peserta dalam hal ini Camat dan perangkat desa.


"Mudah-mudahan sosialisasi tentang jaminan sosial ketenagakerjaan ini nantinya para peserta juga dapat menyampaikan tentang manfaat dan pemahaman kepada masyarakat di masing-masing wilayahnya," imbuhnya.


Penulis: Syarif/B