Apakah Ada Kaitan Pilkada Makassar dengan Perusakan Kantor dan Pembakaran Ambulans NasDem? Ini Kata Polisi

Tersangka terbukti melakukan perusakan

Apakah Ada Kaitan Pilkada Makassar dengan Perusakan Kantor dan Pembakaran Ambulans NasDem? Ini Kata Polisi
Mobil ambulans milik partai politik yang dibakar pendemo di Jalan A.P Pettarani, Makassar. (Kabar.news/Reza)






KABAR.NEWS, Makassar - Pihak kepolisian kini mendalami motif dibalik perusakan kantor dan pembakaran mobil ambulans partai Nasdem saat terjadi demo Omnibus Law, pada Kamis 22 Oktober malam lalu.

 

Kantor partai besutan Surya Paloh itu berada di Jalan A.P Pettarani, disamping hotel Claro, Makassar. Selain itu tempat itu tidak jauh dari kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) yang menjadi pusat aksi penolakan UU Cipta Kerja itu.  

 

Saat itu, massa melakukan aksi anarkis dengan merusak seluruh kaca bagian depan kantor, kendaraan roda dua yang terparkir di halaman juga tak luput jadi sasaran massa.

 

Tak puas dengan merusak fasilitas kantor, sejumlah massa pun mengarak 1 unit ambulans milik partai ke tengah jalan dan membakarnya. 

 


Warga yang awalnya hanya menonton, akhirnya terpancing, hingga saling lempar batu warga dan peserta demo tak terhindarkan.

 


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pihaknya sementara menelusuri motif perusakan kantor partai Nasdem mengingat saat ini Makassar menggelar pemilihan kepala daerah.  

 

Walau tidak segara tegas menyebut ada kaitannya untuk mengganggu jalannya tahapan Pilkada di Makassar. Namun dia tetap akan menelusuri kaitan itu.

 

"Ini yang sedang kita telusuri, namanya mereka juga merencanakan pasti ada progresnya, makanya agenda-agenda lainnya kita telusuri," ucapnya.

 

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian akhirnya menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang berujung ricuh dan perusakan sejumlah fasilitas umum di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar, Kamis malam lalu.

 

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, dari hasil introgasi pihaknya para tersangka ini memang sengaja melakukan aksi anarkis, dan sudah direncanakan.

 

 
"Sudah ada tersangka, ada 11 tersangka. Ceritanya ini perusuh aja, jadi memang kelompok yang merusuh aja, kegiantannya (anarkis) ini direncanakan," kata Ibrahim kepada KABAR.NEWS, via seluler. Sabtu (24/10/2020)

 

Ibrahim, menjelaskan para tersangka itu terbukti melakukan perusakan di kantor Partai Nasdem dan pembakaran 1 mobil ambulans, serta fasilitas umum lainnya.

 

"Iya terlibat semua, buktinya jelas. Memang ada beberapa mahasiswa, ada dari Stiem (Bongaya), Unhas (Universitas Hasanuddin), ada UNM," ungkapnya.

 

Penulis : Reza Rivaldy/B