Skip to main content

Antar "Tuyul", Tujuh Pengemudi Grab Makassar Diciduk Polisi 

Polda
Polda Sulsel merilis pelaku kejahatan illegal access Grab di Kota Makassar, Senin (22/1/2018). 


KABAR.NEWS, Makassar - Unit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel kembali berhasil mengungkap kasus illegal access terhadap sistem elektronik Grab di Kota Makassar Sulsel.


Pengungkapan kasus tersebut berhasil unit Cybercrime berhasil meringkus tujuh pelaku di salah satu kamar kost di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar Sulsel, Sabtu (20/1/2018) lalu, sekira pukul 16.00 Wita.


"Unit Cybercrime berhasil mengungkap sindikat illegal Access dan Ketujuh tersangka merupakan pengemudi Grab di Kota Makassar. Mereka berpura-pura mengantar pelanggan atau istilah tuyul," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat press release di Mapolda Sulsel, Senin (22/1/2018).


Dicky menyebutkan bahwa ke tujuh tersangka yang diamankan yaitu IGA (31) warga Bali, AQM (25) warga Palopo, RJ (25) Pare-Pare, HR (21) warga Makassar, KFP (24) warga Sulut, TR (24) Warga Gowa dan TB (25) Warga Kota Makassar.

Baca Juga :

Pengungkapan kasus tersebut kata Dicky berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan beberapa pengemudi Grab. 


Kemudian atas informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dan para pelaku tertangkap tangan sedang melakukan illegal Access aplikasi Grab untuk meraih bonus tanpa melakukan pekerjaan yang sebenarnya.


"Ketujuh tersangka diancam pidana 12 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 21 Milyar," jelas Dicky


Hingga saat ini, ketujuh sopir Grab tersebut telah diamankan di Mapolda Sulsel untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Adapun barang bukti yang ikut juga diamankan berupa lima unit mobil beberapa merek, 50 unit HP, tujuh buah ATM, dan tiga buah modem.

  • Lodi Aprianto