Skip to main content

Anggaran Belum Cair, Bawaslu Maros Terpaksa Ngutang

Anggaran Belum Cair, Bawaslu-Panwascam Maros Terpaksa Ngutang
Ketua Bawaslu Maros Sufirman. (KABAR.NEWS/Fahrul)

KABAR.NEWS, Maros - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, hingga kini belum mendapatkan anggaran sesuai yang tertuang dalam naskah hibah perjanjian daerah (NPHD) untuk Pilkada 2020.


DPRD Maros yang diharap mampu menjalankan fungsi kontrol anggaran, juga tak bisa berbuat banyak sebab Pemkab Maros yang diundang pada Rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (7/4/2020), memilih tak hadir.


Ketua Bawaslu Maros Sufirman meminta Pemkab agar bersedia mencairkan 40 persen anggaran yang ada dalam NPHD. Jika dana tersebut cair, akan digunakan untuk membayar gaji Panwascam yang tertunggak 3 bulan.


"Setelah itu cair, dan bila keluar perpu kami akan pisahkan dan kembalikan sisanya," ucap Sufirman saat Rapat RDP di Gedung DPRD Maros, Selasa.


Sufirmam menjelaskan, selama tiga bulan operasional Bawaslu dan Panwascam Maros, terpaksa hanya ditalangi dengan dana pribadi bahkan dengan cara berhutang.


"Bukan hanya Panwascam yang berhutang, Bawaslu Kabupaten juga berhutang sama rekanan. Seperti biaya bimtek dan pelantikan, kami berhutang sama rekanan Hotel. Selama tiga bulan ini total 1,7 miliar untuk biaya Bawaslu dan Panwascam," ungkap Sufirman.


Sementara itu perwakilan Panwascam Maros Fitra Wahyudi mengatakan kekecewaannya terhadap DPRD Maros dan Pemkab Maros. Ia menganggap DPRD tak punya daya untuk menghadirkan Pemkab dalam RDP tersebut.


"Kita atas nama Aliansi Panwascam Maros berharap besar pada RDP ini, kita juga pertanyakan marwah DPRD yang tidak mampu menghadirkan pemerintah daerah. Tentu kami kecewa. Ini sudah berlarut-larut," ujar Fitra Wahyudi,


Menurut Fitra bukan kali ini saja pihaknya dibuat kecewa oleh DPRD dan Pemkab Maro tapi pada Jumat (3/4/2020), pihaknya juga mendatangi gedung dewan namun tak menemukan apa-apa.


"Kami datang tidak ada yang terima kami, kami berbesar hati untuk ditunda sampi hari ini. Hari ini juga kami hadir lagi, tiba-tib kami dapat lagi hal yang tidak mengenakan seperti ini," kata Wahyudi.


Penulis: Fahrul/B

 

Flower

 

loading...