Andi Utta Janji Mutasi ASN Bulukumba Sesuai Kompetensi

Klaim tak terpengaruh dukungan Pilkada

Andi Utta Janji Mutasi ASN Bulukumba Sesuai Kompetensi
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta saat apel pagi di hadapan ratusan ASN Bulukumba. (IST)






KABAR.NEWS, Bulukumba - Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dalam waktu dekat ini menyiapkan mutasi pejabat melalui proses lelang. Sejumlah ASN telah mengikuti tahapan wawancara.


Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta menegaskan mutasi pejabat dinilai berdasarkan 9 indikator. Salah satunya adalah disiplin ilmu dan pengalaman kerja. 


Dia tidak ingin seseorang yang memiliki latar belakang sebagai sarjana Ilmu Perikanan dimutasi mengurus bidang olahraga.


"Jika dia orang perikanan, jangan ditempatkan di olahraga. Selama proses wawancara berlangsung, saya menemukan beberapa ASN menempati posisi tidak sesuai bidang atau kompetensinya, sehingga ke depan, hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kata Andi Utta saat apel pagi di kantor Bupati Bulukumba, Senin (11/10/2021).


Lebih lanjut dikatakan, dalam tujuh bulan sejak dilantik, sebenarnya ia sudah melakukan penilaian, mengamati siapa-siapa yang punya potensi dan bisa sama-sama bekerja.


Terkait masih ada ASN yang mempunyai kemampuan tapi belum mendapat jabatan, Andi Utta menyebut ASN yang bersangkutan pasti akan dipanggil.


"Jadi percayakan, saya pasti tempatkan orang pada tempatnya," terang Andi Utta.


Di era pemerintahannya bersama Edy Manaf, Andi Utta berharap ASN bekerja professional dan jangan datang ke kantor hanya menggugurkan kewajiban. Semuanya harus berkinerja dan produktif.


"Saya ingin kita berbuat. Disiplin ilmu yang kita miliki harus dimaksimalkan, kita bantu masyarakat," pintanya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Andi Utta juga menyinggung soal dukung - mendukung dalam Pilkada yang lalu.


Andi Utta mengatakan bahwa itu merupakan hal biasa dalam setiap kompetisi pilkada. Namun Bupati yang berlatar belakang pengusaha ini ingatkan bahwa era pemerintahannya harus by kompetensi.


"Tidak ada urusan dengan siapa yang didukung dalam Pilkada. Jika memiliki kompetensi dan mampu profesional maka ASN tersebut akan menempati posisi sesuai kompetensinya," ujarnya.


Penulis: Syarif/B