Andi Sudirman Rapat Tertutup dengan KPK, Bahas Nurdin Abdullah?

Diikuti sejumlah pejabat pemprov Sulsel

Andi Sudirman Rapat Tertutup dengan KPK, Bahas Nurdin Abdullah?
Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. (KABAR.NEWS/Darsil Yahya)






KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar rapat tertutup dengan Deputi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Four Point, Makassar, Selasa (16/3/2021).


Usai rapat, Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah IV, Niken Aryati mengatakan pertemuan bersama Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman untuk membahas kondisi Sulsel pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur nonaktif Nurdin Abdullah.


"Untuk perbaikan Sulsel ke depanlah, kan kegiatan yang OTT kemarin cukup ini yah, kita sekarang ke depan gimana untuk menutup potensi-potensi (korupsi) yang mungkin terjadi," kata Niken Aryati kepada awak media di Four Point.


Niken Aryati membantah jika pertemuan tersebut membahas terkait kasus yang menjerat Nurdin Abdullah atau NA. Dia mengaku membahas mengenai Pengadaan Barang/Jasa (PBJ).


"Butir-butirnya (pembahasan) perbaikan-perbaikan terkait PBJ terus kita akan membangun WBS bersama kemudian penanganan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional )," ujarnya.


Sementara, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman juga membantah jika pertemuan yang ia lakukan bersama KPK membahas kasus OTT mantan Bupati Banteang dua periode itu.


"Tidak (membahas kasus OTT NA), lebih kepada overall (secara keseluruhan) mitigasi tentang persoalan ke depan Monitoring Control for Prevention dan kemudian Whistleblowing System atau penerimaan pengaduan masyarakat," ungkapnya.


"PBJ juga, kita ada PBJ lagi hari kedua, hari ini untuk MoU tentang pendampingan atau supervisi kemudian besoknya untuk PBJ," lanjutnya.


Saat ditanya apakah ada evaluasi di Pemprov Sulsel pasca OTT Nurdin Abdullah dan Sekretaris Dinas PUPR Sulsel, Edy Rahmat, Andi Sudirman menyatakan akan melakukannya secara perlahan.


"Overall kita akan melakukan pembenahan pelan-pelan yah tapi paling tidak kita butuh sinergitas untuk memperbaiki lebih jauh yah," tuturnya.


Penulis: Darsil Yahya/A