Anak Kades Tikam Aktivis Jeneponto, Polisi sebut Pelaku Dibawa Pengaruh Miras

* Terjadi pada Senin dini hari

Anak Kades Tikam Aktivis Jeneponto, Polisi sebut Pelaku Dibawa Pengaruh Miras
Korban penikaman saat menjalani perawatan medis di RSUD Jeneponto. (IST)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Kapolsek Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Iptu Baharuddin mengatakan korban penikaman mengalami luka sayatan pada lengan sebelah kiri. Insiden ini berawal dari pengaruh minuman keras (miras). 


Baharuddin mengatakan pada Senin (28/11/2022) sekira pukul 01.00 wita dini hari, di Jalan Ishak Iskandar, Kelurahan Empoang, tepatnya depan Cafe O, pelaku bernama Haerul (30) lewat dengan mengendarai sepeda listrik. 


Haerul kemudian dilihat melintas oleh Dadang yang merupakan anak Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar. Dadang lantas menyuruh Haerul untuk singgah.


"Diduga pelaku atas nama Haerul (30) lewat depan Cafe O pada saat itu dilihat Dadang maka dipanggil lah masuk," kata Iptu Baharuddin kepada KABAR.NEWS di Polsek Binamu.


Karena dipanggil, Haerul pun singgah. Ternyata, di Cafe tersebut sedang pesta minuman keras. Pelaku dan korban sama-sama meneguk minuman tersebut.


"Tiba di dalam, ternyata di dalam itu orang sementara minum termasuk yang diduga korban. Setelah tiba di dalam, maka korban dan pelaku sama-sama minum di Cafe O," jelas Baharuddin. 


Setelah beberapa menit atau tepatnya jam setengah dua malam, pelaku yang dibawa pengaruh minuman keras memutuskan untuk pulang ke kostnya di depan RSUD Jeneponto.


Setiba di kostnya, korban tiba-tiba datang sembari mengajak pelaku untuk keluar dengan maksud melanjutkan pesta miras tersebut. Awalnya pelaku menolak, tapi karena dibujuk, pelaku pun menerima ajakan itu. 


"Dan setelah itu maka korban atas nama Jatong mendatangi pelaku di koatnya, dipanggil lah turun kebetulan kostnya lantai dua. Pada saat tiba di sana, korban memanggil pelaku untuk melanjutkan (minum,red) di lain tempat. Tapi awalnya itu, ditolak oleh pelaku tapi lama kelamaan dengan bujukan, maka 
pelaku mau," terangnya. 


Di teras rumah pelaku, korban menyampaikan sesuatu yang menyebutkan bahwa pelaku sangat jantan. Ucapan itu memakai bahasa Bugis-Makassar. Beruntung, rekan korban bernama Edo menenangkan situasi tersebut. Hanya saja, korban yang tersinggung lebih memilih meninggalkan lokasi.


"Tapi Edo teman korban mengatakan (jangan begitu ini kaya sodara saya, (korban,red), dengan percakapan itu maka pelaku pergi dengan mengunakan motor listrik," kata Baharuddin.


Dalam perjalanan, ternyata pelaku dibuntuti dari belakang oleh korban Cs. Di TKP, pelaku dilempari bantu dan mengenai kepala bagian belakang. Pelaku kemudian turun dari motor listriknya sembari meminta tolong kepada tukang ojek. 


"Dia tidak tahu kalau dirinya diikuti oleh 3 pengendara motor termasuk korban. Sampainya di dapan penjual sari laut depan Cafe O, maka diduga korban melempar batu maka kena lah dibagian kepalanya. Sih pelaku meminta tolong kepada tukang becak motor (bentor)," kata Baharuddin.


Tak mendapat pertolongan, pelaku memutuskan bertahan di lokasi dengan berbekal sajam jenis badik yang diselipkan di pinggang. "Setelah itu maka pelaku bertahan dan mencabut badik kemudian dari teman-teman korban melarikan diri termasuk korban," kata dia.


Setelah mencabut badik, korban Cs melarikan diri. Celakanya, korban terjatuh dan pelaku langsung melayangkan badik dan, korban menangkisnya.


"Tapi pada saat mau melarikan diri, korban tiba-tiba jatuh maka ditikam lah oleh pelaku ditangkis tangan kiri dan menyebabkan luka bagian tangan," bebernya.


Baharuddin menegaskan, insiden berdarah ini murni spontanitas. Pasalnya, keduanya disebut tidak pernah berselisi paham. 


"Sebelumnya saya tidak tahu belum pernah bahwa antara korban dan pelaku ada berselisih paham. Yang jelasnya pada saat itu kasus yang terjadi sama - sama minum. Kemungkinan besar, terjadinya penikaman ini terpengaruh minuman keras," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/A