Skip to main content

Amran Ambar Resmi Jadi Warga Lapas Makassar, Kejari Parepare: Menyerahkan Diri Atas Kesadaran

Lapas Makassar
Terpidana Amran Ambar saat dieksekusi ke Lapas Klas 1 Makassar. 


KABAR.NEWS, Parepare - Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare akhirnya melakukan eksekusi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Parepare Amran Ambar dan menjebloskannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar, Rabu (27/2/2019). 


Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare Andi Darmawangsa, mengatakan eksekusi terhadap Amran Ambar setelah yang bersangkutan menyerahkan diri ke Kejari Parepare. 


Baca Juga:


"Alhamadulillah, hari ini terpidana AA, sudah menyerahkan diri atas kesadaran sendiri dan telah kami eksekusi. Selanjutnya kami bawa ke Makassar. Sebenarnya semalam yang bersangkutan mau menyerahkan diri, namun mengingat larut malam dan kemungkinan rutan (Lapas) di Makassar juga sudah tutup, sehingga kami baru dapat eksekusi pada pagi hari ini," sebutnya kepada KABAR.NEWS. 


Darmawangsa mengaku eksekusi terhadap Amran Ambar setelah terbitnya salinan putusan Mahkama Agung (MA) yang telah diterima oleh Kejari Parepare.  


Sebelumnya diberitakan, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa tersangka dengan kooperatif menyerahkan diri sehingga langsung di eksekusi oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Parepare. 


"Ini merupakan wujud sinergitas dan  komitmen dalam penegakan hukum yaitu diperlihatkan oleh Pemkot Pare-Pare dengan menyerahkan aparaturnya ke penegak hukum sebagai implememtasi ASN yang taat hukum," ucap Salahuddin, sesaat lalu.


Lanjut Salahuddin, pelaksanaan eksekusi ini berdasarkan surat perintah (sprint) Kajari No. 119/R 411/Fu.1/01/2019, tanggal 30 Januari 2019, dengan putusan MA No. 1671.K/pid.sus/2018 tanggal 19 Nov 2018, yakni pidana penjara selama 1 tahun dan enam bulan serta denda sebesar Rp50 juta subsider satu bulan.


"Terpidana diekskusi atau di tahan di Lapas Klas 1 Makassar. Dan perjalanan ke Makassar, petugas mempergunakan mobil tahanan Kejari Parepare," pungkasnya.


Perlu diketahui, atas perbuatan terpidana dalam kasus korupsi program bantuan sosial pengembangan sarana pemasaran dan jaringan usaha melalui Koperasi tahun anggaran 2013 ini, telah merugikan negara sebesar Rp475 juta.

  • Amir

 

Flower

 

loading...