AMPI Sulsel Dinilai Pragmatis patok Rp150 juta untuk Balon Ketua

* Organisasi sayap Golkar ini dinilai sudah jauh dari orientasinya

AMPI Sulsel Dinilai Pragmatis patok Rp150 juta untuk Balon Ketua
Ahmad Junaid. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menggelar musyawarah daerah untuk memilih ketua baru. Salah satu persyaratan bakal calon atau Balon Ketua AMPI Sulsel dalam Musda ini adalah mahar uang Rp150 juta.


Duit Rp150 juta sebagai komitmen pencalonan Ketua AMPI Sulsel, dinilai tak elok oleh Eks Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya 2011-2013, Ahmad Junaid.


Junaid berpendapat mahar ratusan juta tersebut sudah jauh dari orientasi AMPI sebagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Dia menilai momentum Musda AMPI Sulsel cenderung pragmatis dan mencederai semangat organisasi ini.


"Kalau kita lihat sekarang, OKP yang berieontasi di dunia perkaderan kebanyakan yang lebih kepada pragmatis, artinya dikit-dikit uang. Apalagi pada agenda-agenda besar seperti pemilhan ketua," kata Junaid dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).


Junaid menilai, kualitas kepempinan organisasi pemuda seperti AMPI dan lainnya, dilihat dari ide-ide cemelang yang ditawarkan, bukan seberapa besar uang kontribusi yang dipersyaratkan panitia pengarah Musda AMPI Sulsel.


"Nah kalau dalam menentukan pemimpin organisasi dengan menggunakan cara-cara pragmatis, misal dengan sogokan uang untuk memilih pemimpin. Saya pikir itu cara yang tidak jentel, tidak elegan," katanya.


Maka dari itu, Junaid Musda AMPI Sulsel nantinya diharap menghasilkan pemimpin yang berkualitas dengan ribuan gagasan cemerlang, bukan kepentingan politik uang.


"Saya sangat mengecam prkatek-prakatek yang kurang sehat. Menjadikan 'uang' sebagai senjata dalam memenuhi keinginan politik," jelas Eks Pengurus KNPI Sulsel periode 2013-2016 ini.


Sebelumnya, Sekretaris AMPI Sulsel Yessi Yoanna menjelaskan bahwa kontribusi Rp150 juta sebagai komitmen para bakal calon ketua untuk menjaga kondisi keuangan organisasi sayap Partai Golkar ini.


"Kita cuma mau melihat komitmen para bakal calon ketua ini. Jangan cuma mau jadi Ketua AMPI, tapi tidak siap berkomitmen, berkorban, tidak siap memperlihatkan keseriusan. Karena seorang ketua itu harus komitmen, harus ikhlas," kata Yessi di Makassar.


Yessi mengungkapkan, kontribusi yang ditetapkan panitia sebesar Rp 150 juta tersebut adalah hal yang biasa saja dan bukan menjadi suatu hal yang esensi.


"Jangan sampai ini dibesar-besarkan oleh kandidat yang justru tidak memenuhi syarat dukungan. Makanya yang diributi adalah besaran kontribusi. DPP saja menerapkan hal yang sama saat Munas, kenapa disini malah heboh," ujarnya.