Alasan HISSI Sulsel Pilih Studi Banding ke Kota Parepare

Hospital Tour

Alasan HISSI Sulsel Pilih Studi Banding ke Kota Parepare
Rombongan HISSI Sulsel saat berkunjung di RSUD Andi Makassau, Kota Parepare. (IST)






KABAR.NEWS, Parepare - Kota Parepare kembali menjadi daerah tujuan studi banding. Kali ini, peserta pelatihan Himpunan Sterilisasi Sentral Indonesia (HISSI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Hospital Tour ke Kota Parepare, Selasa (12/10/2021).  Tepatnya di Central Sterile Supply Department (CSSD) RSUD Andi Makkasau yang lebih unggul. 


Rombongan HISSI Sulsel diterima Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan dan Penunjang RSUD Andi Makkasau Parepare, Sri Ummi Wahyuni mewakili Direktur RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, dr. Renny Angraeny Sari di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.


Rombongan HISSI Sulsel yang pesertanya terdiri dari berbagai perwakilan rumah sakit di Sulsel, bahkan ada dari luar Sulsel. Seperti Papua, Sulawesi Tengah (Sulteng) melihat langsung ruangan instalasi CSSD RSUD Andi Makkasau Kota Parepare. 


Pembina Lokal Hospital Tour HISSI Sulsel,  Sarina mengungkapkan, peranan CSSD sebagai salah satu unit kerja instalasi di rumah sakit yang berperan sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian infeksi. Sehingga hal tersebut dibuat standarisasi yang harus dikakukan untuk menjaga kesalamatan pasien.  


"Instalasi CSSD ibarat jantungnya rumah sakit. Menerapkan standar-standar yang sudah ditetapkan di dalam pedoman CSSD untuk menjamin mutu keselamatan pasien dalam pengelolaan alat-alat instrumen," jelas pengurus HISSI Sulsel ini. 


Sarina menilai  Hospital Tour ini merupakan salah satu implementasi dari 'Teori Telapak Kaki'  karena kegiatan ini dapat mendatangkan pengunjung masuk ke Kota Parepare melalui  sektor kesehatan, sehingga sejalan dengan  program Pemerintah Kota Parepare.  


"Bapak Wali Kota telah mencanangkan 'Teori Telapak Kaki' bahwa menjadikan Kota Parepare sebagai tempat kunjungan. Sejalan dengan program Hospital Tour. Dan hari ini (kemarin, red) ada kunjungan dari peserta pelatihan HISSI yang diselenggrakan oleh Pengurus Daerah HISSI Sulawesi Selatan," kata mantan Kepala Instalasi CSSD RSUD Andi Makkasau Parepare ini.  


Sarina menyebutkan, Hospital Tour rangkaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Kota Makassar, beberapa hari ini. 


"Pelatihan ini telah diagendakan sejak awal tahun 2020 , dan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2020,  tetapi karena pandemi mewabah maka ditunda. Baru saat ini dapat terlaksana. Dan kegiatan ini,  pertama kalinya di Sulsel," ungkap Kasi Perencanaan dan Pengembangan Pelayanan Medis RS Regional dr Hasri Ainun Habibie ini. 


Ketua HISSI Sulsel Aksan Nurhadi mengatakan memilih RSUD Andi Makkasau Parepare untuk studi banding atau berguru CSSD karena telah memenuhi standar pedoman Kementerian Kesehatan. 


Bahkan, dia menganggap CSSD RSUD Andi Makkasau Parepare memenuhi akreditasi secara paripurna, dan juga ruang pelayanan dan perlengkapan CSSD RSUD Andi Makkasau Parepare. Dia menyebutkan, setelah melakukan survei pembelajaran, peserta yang tergabung dalam HISSI dari berbagai rumah sakit dapat mengikuti apa yang telah dilaksanakan di RSUD Andi Makkasau. 


"Ke depannya ini CSSD yang akan paling dicari. CSSD RSUD Andi Makkasau Parepare, mulai dari tenaga SDM, perlatan, telah memenuhi persyaratan Kementerian Kesehatan. Kalau pun ada pemeliharaan dan penambahan itu tergantung CSSD-nya. Tapi kalau standar itu telah memenuhi standar," tegasnya.  


Kabid Keperawatan dan Penunjang RSUD Andi Makkasau Parepare, Sri Ummi Wahyuni mengatakan, kedatangan rombongan HISSI Sulsel dalam rangka studi banding.  "Rombongan ini dari HISSI untuk melakukan Hospital Tour ke RSUD Andi Makkasau Parepare," katanya.  


Menurutnya, Hospital Tour yang dilakukan tersebut sebagai rangkaian pelatihan di Kota Makassar. 


"Mereka melakukan studi banding ke rumah-rumah sakit, salah satunya RSUD Andi Makkasau yang mereka anggap sangat layak dan lebih unggul untuk dijadikan studi banding dan belajar CSSD," katanya.


Penulis: Arsyad/C