Alasan Corona, Warga Jeneponto Dilarang Pawai Takbiran

*Warga melanggar akan ditertibkan

Alasan Corona, Warga Jeneponto Dilarang Pawai Takbiran
Takbir keliling membawa obor sebagai tradisi umat muslim di Indonesia menjelang hari raya Idulfitri dan Iduladha. (YouTube/Screen shot)






KABAR.NEWS, Jeneponto - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, Sulawesi Selatan, melarang masyarakat menggekar takbiran dengan berkeliling saat menyambut Hari Raya Idulfitri.


Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengatakan kegiatan pawai takbiran dapat memicu kerumunan. Adanya kerumunan ini dikhawatirkan bisa meningkatkan potensi penyebaran Covid-19.


"Tidak ada, kebijakan pemerintah kabupaten untuk tidak melakukan takbir keliling," kata Iksan Iskandar saat ditemui KABAR.NEWS di kantor bupati Jeneponto, Selasa (26/4/2022).


Politisi dari Partai Golkar ini mengimbau kegiatan takbiran dilakukan di rumah atau di masjid saja. Tidak dilakukan dengan berkeliling.


"Takbir ada cuma di masjid-masjid. Yang keliling-keliling tidak ada," terangnya.


Plt Kepala Dinas Kominfo Jeneponto Mustaufiq menambahkan, selain larangan karena pandemi, takbiran keliling juga bisa mengundang konvoi dan memicu kemacetan.


"Kami lebih mengedepankan pelaksanaan takbiran di masjid-masjid guna menghindari konvoi yang justru dapat memicu kemacetan dan resiko lakalantas di malam lebaran," ucapnya.


Dia bilang, petugas nantinya bakal melakukan penyekatan dan penertiban apabila ada masyarakat yang melakukan takbiran keliling.


"Petugas akan melakukan tugasnya sesuai prosedur yang semestinya," pungkasnya.


Penulis: Akbar Razak/B